Wisata

Menikmati Keindahan Alam Wisata Jogja yang Menakjubkan

Wisata Alam Jogja: Menikmati Sunrise di Bukit Nglanggeran

Pemandangan yang Indah dari Bukit Nglanggeran


Menikmati Sunrise di Bukit Nglanggeran

Salah satu tempat wisata alam yang paling populer di Jogja adalah Bukit Nglanggeran. Bukit yang berada di Kabupaten Gunungkidul ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Terutama, saat pagi hari, kita bisa menikmati keindahan sunrise di Bukit Nglanggeran.

Ketika berkunjung ke Bukit Nglanggeran, kita bisa menikmati kaldera yang unik dengan panorama hutan dan tebing batu karst. Oleh karena itu, Bukit Nglanggeran menjadi tujuan yang populer bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Selain menikmati pemandangan dan hiking, kita juga bisa merasakan udara segar di pagi hari dan melihat sunrise yang memukau.

Untuk mencapai puncak Bukit Nglanggeran, kita harus menempuh perjalanan naik yang cukup menantang. Namun, usaha kita akan terbayar dengan panorama alam yang indah dan eksotis. Kita bisa melihat panorama alam yang indah sepanjang perjalanan naik hingga ke puncak bukit.

Menikmati Sunrise Bukit Nglanggeran


Menikmati Sunrise di Bukit Nglanggeran

Menikmati sunrise di Bukit Nglanggeran menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Beberapa pengunjung mungkin akan berpikir bahwa sunrise di Pantai Parangtritis lebih terkenal di Jogja, tetapi sunrise di Bukit Nglanggeran juga layak dikunjungi.

Pemandangan sunrise di Bukit Nglanggeran sangat memukau. Cahaya matahari terbit yang memancarkan sinar hangat, bersinar terang di antara kabut yang membentang. Kabut-kabut yang menyelimuti pesisir, sungai, dan sawah akan memancarkan warna-warna yang indah sehingga terlihat sangat menyejukkan.

Bukit Nglanggeran memang terkenal sebagai tempat terbaik untuk melihat sunrise di Yogyakarta. Oleh karena itu, pengunjung yang ingin menyaksikan sunrise harus datang ke tempat ini setidaknya setengah jam sebelum matahari terbit. Waktu terbaik untuk mendaki Bukit Nglanggeran dan menyaksikan sunrise adalah pada pukul 04.00-05.30 pagi.

Bukit Nglanggeran juga menyediakan area parkir dan kamar mandi untuk pengunjung yang datang. Biaya masuk Bukit Nglanggeran sekitar Rp10.000 per orang, dan detik-detik saat sunrise diharapkan menjadi momen spesial bagi setiap pengunjung.

Ada beberapa rute yang bisa kita ambil saat hendak mendaki Bukit Nglanggeran. Kita bisa mengambil rute cadas, yaitu rute terpendek dengan jarak sekitar 1,5 km. Kita juga bisa memilih rute tanah lapang atau rute hutan.

Rute cadas memang terkenal agak menantang, tetapi rute ini adalah rute yang paling seru dan paling direkomendasikan. Pengunjung akan menemukan beberapa bagian yang sulit untuk dilewati karena licin maupun curam.

Untuk itu, selain menyiapkan fisik yang kuat, kita juga harus memperhatikan keselamatan diri sendiri saat melakukan pendakian di Bukit Nglanggeran. Ketika di puncak, kita harus ekstra hati-hati karena di sana tidak ada pagar pembatas dan cukup berbahaya untuk bergoyang-goyang saat mengambil foto.

Jangan lupa untuk membawa bekal makanan dan minuman ringan seperti air mineral dan cemilan karena di puncak Bukit Nglanggeran tidak terdapat pedagang yang menjajakan makanan dan minuman.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo jadikan wisata bersama keluarga atau teman-teman Anda sebagai pengalaman yang tidak terlupakan dengan mengunjungi Bukit Nglanggeran!

Mendaki Gunung Merapi dan Sisi Lava Tour


Mendaki Gunung Merapi

Selain wisata sejarah dan budaya, Jogja juga punya wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah gunung Merapi yang terkenal dengan keindahan alamnya dan memiliki banyak jalur pendakian. Gunung Merapi sendiri terletak di wilayah sebelah utara Jogja dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Untuk para pendaki pemula, rekomendasi pendakian Gunung Merapi yang lebih mudah adalah melalui jalur Selo.

Pendakian Gunung Merapi memang sudah terkenal di kalangan pendaki lokal maupun internasional. Dari atas gunung, Anda bisa menikmati pesona matahari terbit dan menikmati pemandangan sekitar. Perjalanan menuju puncak Gunung Merapi memang cukup menantang, namun ketika sampai di puncak, semua perjuangan terbayar dengan view yang spektakuler.

Selain backpacker, Jogja juga memiliki wisatawan dari kelompok yang lebih menyenangi wisata santai dan melihat pemandangan alam tanpa harus mendaki. Jalur Gunung Merapi yang bisa dikunjungi bahkan tanpa harus mendaki adalah jalur Lava Tour.

Panduan wisatawan akan melihat lebih dekat hasil letusan Gunung Merapi pada 2010 melalui Lava Tour. Dalam menyusuri jalur ini, kalian akan melewati beberapa spot pemandangan dan bisa melihat bekas hutan dan rumah masyarakat yang hancur karena letusan dan aliran lava yang ditimbulkan dari aktivitas Gunung Merapi.

Wisata lava tour memang sangat popular bagi wisatawan yang ingin melihat keunikan dari sisi pemandangan dari setiap lokasi yang dilewati, dan setiap situs memiliki daya tarik dan keindahan yang berbeda-beda.

Lava Tour memberikan pengalaman baru bagi para wisatawan, mengenal lebih dekat budaya lokal dan belajar sejarah letusan serta melihat secara langsung rumah-rumah penduduk yang terkena dampak akibat letusan tersebut. Selain itu, kalian juga bisa menikmati keindahan alam, lihat panorama dari atas, dan mendapatkan pengalaman yang tak akan dilupakan selama liburanmu di Jogja.

Bagi kalian yang menyukai petualangan, wisata mendaki ke puncak Gunung Merapi atau memilih wisata Lava Tour yang menyediakan pengalaman sensasi baru, tentu saja Jawanya ada di Jogja. Pastikan kalian datang ke sini dan merasakan lebih dekat keindahan alam sekitar.

Bermain di Air Terjun Sri Gethuk dan Kali Suci Batu Kapal


Air Terjun Sri Gethuk dan Kali Suci Batu Kapal

Bermain di alam terbuka seperti air terjun Sri Gethuk atau Kali Suci Batu Kapal menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Berminggu-minggu sudah Anda mengurung diri di dalam rumah hanya untuk mengerjakan pekerjaan atau mengambil kuliah online, maka sangat wajar jika Anda merasa bosan dan lelah. Sebuah perjalanan singkat ke Yogyakarta mungkin bisa menghilangkan penat Anda dan memberikan suasana baru yang segar.

Air Terjun Sri Gethuk terletak di desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Yogyakarta. Terdapat beberapa jalur menuju ke air terjun ini namun yang paling populer melalui jalur perkebunan rambutan. Meskipun jalur yang ditempuh tidak terlalu sulit, namun Anda tetap harus berhati-hati saat melintasinya, terutama jika musim hujan atau pasca hujan. Anda akan melalui hutan kecil dan sejumlah anak sungai kecil sebelum akhirnya tiba di air terjun Sri Gethuk. Nikmati suara gemericik air terjun dan berenang di kolam air terjun Sri Gethuk yang hijau dan jernih, atau mencoba keberanian Anda mengarungi aliran sungai di dalam gua. Bermain air di air terjun ini akan memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah, tetapi di air terjun Sri Gethuk ini juga terdapat bermacam fasilitas, seperti halte parkir, toilet, tempat istirahat dan lapangan volley pantai. Pengunjung juga dapat menikmati sajian khas Gunungkidul seperti Bakso Gethuk dan jus rambutan yang segar di warung-warung makan dan minum yang tersedia. Biaya masuk ke air terjun Sri Gethuk ini sebesar Rp 10.000,- per orang, termasuk harga parkir kendaraan.

Dari Air Terjun Sri Gethuk, Anda juga bisa mengunjungi Kali Suci Batu Kapal. Kali Suci Batu Kapal adalah destinasi wisata air yang berada di Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasinya juga tidak jauh dari pantai Krakal.

Terlebih, wisata air ini cocok untuk kalangan remaja yang ingin menikmati sensasi bermain di air yang jernih. Berbeda dengan air terjun Sri Gethuk, Kali Suci Batu Kapal tempatnya lebih terbuka dan airnya tenang. Tapi pastinya kebersihannya terjaga dan kolamnya cukup luas, sehingga pengunjung bisa bermain air dengan leluasa.

Yang menjadi daya tarik Kali Suci Batu Kapal adalah kerangka kapal yang terbuat dari beton yang berdiri di tengah kolam. Terdapat 3 cerobong asap yang terpasang di atasnya, sehingga terlihat seperti Kapal yang sedang berlayar di tengah samudra laut. Pengunjung ramai-ramai mengambil foto dengan latar belakang kerangka kapal ini sebagai bukti telah berkunjung ke Kali Suci Batu Kapal. Selain kerangka kapal, di sisi lain kolam terdapat rumah-rumah panggung kayu yang biasa disewakan kepada pengunjung untuk beristirahat atau mengganti baju.

Jangan khawatir jika tidak bisa berenang, Kali Suci Batu Kapal juga menyediakan pelampung yang bisa disewa seharga Rp.10.000. Namun jika Anda ingin bermain di kolam depth-end, ada baiknya bawa perlengkapan keselamatan diri sebelumnya. Tarif masuk wisata air Kali Suci Batu Kapal sekitar Rp 10.000,- dan parkir gratis.

Berlibur ke air terjun Sri Gethuk dan Kali Suci Batu Kapal sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin merelaksasikan diri dan melepas penat. Anda dapat menikmati liburan dengan santai dan menikmati keindahan alam. Jangan lupa membawa bekal yang cukup dan jangan membuang sampah sembarangan supaya kebersihan lingkungan terjaga. Selamat berlibur!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button