teknik poaching adalah

Teknik Poaching dalam Industri Perhotelan

Bagaimana Teknik Poaching Dilakukan?

Teknik poaching dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menawarkan gaji dan fasilitas kerja yang lebih baik daripada yang ditawarkan oleh hotel pesaing. Pada umumnya, hotel akan menargetkan karyawan dengan posisi yang penting atau strategis di hotel pesaing, seperti manajer, kepala bagian, atau karyawan yang memiliki customer base yang kuat. Mereka merasa bahwa merekrut karyawan yang telah terbukti memiliki kemampuan hebat dari hotel pesaing dapat memberikan keuntungan besar bagi hotel mereka sendiri.

Namun demikian, teknik poaching ini sering membuat sejumlah masalah di antara para pemain industri perhotelan. Terutama bagi hotel yang melakukan teknik poaching, sering dituduh telah mencuri karyawan dari hotel pesaing mereka. Karyawan pun juga sulit untuk memutuskan apakah akan menerima tawaran dari hotel baru atau tetap tinggal di hotel lama mereka. Karyawan juga dapat dianggap tidak loyal, dan dapat membuat reputasi buruk bagi hotel baru yang mereka pilih.

Apa Dampaknya?

Dampak dari teknik poaching dapat sangat beragam, tergantung dari pihak mana yang melakukan teknik tersebut. Jika hotel baru yang merekrut karyawan dari hotel pesaing mampu memanfaatkan potensi karyawan dan membuatnya bekerja dengan sebaik-baiknya, maka hotel baru akan mendapatkan karyawan yang kompeten untuk memperkuat tim mereka sendiri. Namun, dampak buruk juga dapat timbul jika hotel baru tidak mampu memperluas tanggung jawab dan gaji karyawan setelah mereka direkrut, atau tidak mampu memanfaatkan potensi karyawan sebaik-baiknya.

Sementara bagi hotel yang kehilangan karyawan, dampak nya bisa menjadi sangat menyakitkan. Hotel tersebut akan kehilangan tenaga kerja yang sudah terlatih, serta kehilangan kemampuan karyawan yang mereka usahakan untuk dibangun. Dalam banyak kasus, hotel akan memberikan peningkatan gaji dan posisi untuk menahan karyawan mereka tetap tinggal.

Bagaimana Hukumnya?

Teknik poaching sendiri tidak melanggar hukum, selama tidak ada perjanjian tertulis antara karyawan dengan hotel lama mereka yang melarang mereka untuk pindah ke hotel pesaing. Namun, teknik poaching dapat memicu sengketa hukum antara hotel lamadan hotel baru, terutama jika karyawan yang direkrut telah menandatangani perjanjian kerja dengan hotel lama mereka. Maka dari itu, sebaiknya hotel menghindari teknik poaching ini untuk mencegah terjadinya sengketa hukum yang rumit.

Kesimpulan

Teknik poaching merupakan praktik yang kontroversial dan sering dilakukan oleh hotel untuk merekrut karyawan dari hotel pesaing. Namun, praktik tersebut juga dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti sengketa hukum dan reputasi yang buruk. Akibatnya, sebaiknya hotel menghindari teknik poaching dan berusaha untuk membangun karyawan mereka sendiri agar loyal dan berkembang bersama-sama dengan hotel yang mereka kerjakan.

Teknik Poaching

Teknik Poaching Dilakukan Dengan Tepat Sasaran

Salah satu strategi yang dilakukan dalam teknik poaching adalah mengidentifikasi pekerja dan posisi yang akan dipindahtugaskan ke hotel Anda. Hal tersebut tidak hanya membantu dalam memastikan efektivitas teknik poaching, tapi juga memperkecil kemungkinan terjadinya pemborosan biaya, tenaga, dan waktu. Oleh karena itu, kualitas database kandidat pekerja merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan pada tahap pengerahan tenaga kerja teknik poaching. Bukan hanya itu saja, tujuan dari poaching sendiri jelas memperoleh karyawan seniornya yang berpotensi dan ahli di bidangnya. Ini akan membuat hotel menjadi lebih sering menang karena karyawan akan mampu memberikan dampak positif pada keuntungan bisnis secara keseluruhan.

Seseorang mungkin hanya membayar karyawan saat waktunya sedang berjalan. Setelah itu, karyawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan aktivitas hotel semaksimal mungkin. Sebuah investasi yang signifikan dalam jumlah pendapatan per karyawan yang suksel dan terlatih merupakan sebuah upaya yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan high-end service dan high-end flight untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang unik bagi suatu hotel.

gambar teknik poaching

Pentingnya Hubungan Dengan Pekerja Terdahulu

Teknik poaching akan jauh lebih efektif jika dibangun atas dasar hubungan yang baik dengan para pekerja yang pernah bekerja di hotel Anda sebelumnya. Sangat penting untuk membangun relasi yang positif dengan pekerja terdahulu saat mereka meninggalkan hotel sebagai karyawan Anda, serta memelihara hubungan tersebut di masa depan.

Dengan membangun hubungan yang baik dengan pekerja terdahulu, Anda membangun kepercayaan dan membangun kesetiaan. Orang yang pernah bekerja di Anda kemungkinan besar telah mengasihi hotel Anda, dan akan mempertimbangkan untuk kembali bekerja jika mereka merasa bahwa hubungan Anda dengan mereka berjalan dengan baik. Jika teknik poaching berdasarkan pandangan yang sofisitisasi seperti ini, hal itu akan memberikan dampak positif bagi rekam, reputasi, dan prestasi hotel yang signifikan.

Teknik Poaching Bukan Tindakan Etis

Sebelum melakukan teknik poaching, penting untuk mempertimbangkan bahwa tindakan ini tidak melibatkan etika. Tentu saja, Anda dapat merekrut karyawan dari pesaing Anda. Namun, merujuk pada ethos hotel yang terletak pada hubungan yang baik, apakah karena diversifikasi industri atau hal lain sehingga tindakan poaching karyawan lain tersebut tidak dianggap etis.

Melakukan teknik poaching dapat memberikan konsekuensi besar pada bisnis Anda, dan dapat merusak hubungan baik dengan pesaing Anda. Anda harus mampu mengambil risiko dan bertanggung jawab atas tindakan yang Anda lakukan. Tetapi jika Anda merasa ini adalah teknik yang bisa Anda gunakan sebagai sebuah strategi, maka Anda harus memiliki cerdas perencanaan dan persiapan untuk melakukan poaching secara maksimal. Bahkan saat Anda merasa ini adalah teknik yang buruk, memperkenalkan teknik poaching sebagai sebuah konsep bisnis yang baik juga artinya Anda benar-benar menguji industri perhotelan yang telah berjalan.

Keterangan: Artikel ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan media. Pelajari cara Anda dapat meningkatkan industri perhotelan secara etika dengan cara lain yang lebih baik. Sebagai AI Language Model, saya bertujuan untuk sebisa mungkin memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Alasan di Balik Teknik Poaching

Teknik poaching digunakan oleh banyak hotel sebagai cara untuk menghindari biaya pelatihan dan pengembangan karyawan baru serta untuk memperoleh keuntungan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan dari hotel pesaing. Berikut adalah beberapa alasan mengapa teknik poaching terus dilakukan:

Hotel Employee

1. Menghindari Biaya Pelatihan dan Pengembangan

Melatih dan mengembangkan karyawan baru tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya tersebut dapat meliputi biaya pelatihan, biaya sertifikasi, bahkan biaya perekrutan. Sebagian besar hotel cenderung untuk menghindari biaya tersebut dengan melakukan teknik poaching. Dengan merekrut karyawan yang sudah berpengalaman, sebagian besar hotel percaya bahwa mereka tidak memerlukan banyak pelatihan dan pengembangan, sehingga biaya bisa dihemat.

2. Mendapatkan Karyawan Berkualitas Tinggi

Hotel-hotel yang bergengsi dan kompetitif biasanya mencari karyawan berkualitas tinggi untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada tamu mereka. Dalam melakukan teknik poaching, hotel dapat menemukan karyawan dengan keterampilan dan pengalaman yang lebih baik dari hotel mereka sendiri. Dengan merekrut karyawan yang sudah berpengalaman dan berkualitas, maka hotel memiliki keunggulan dalam memberikan layanan yang berkualitas tinggi kepada tamu mereka.

3. Memperoleh Informasi Rival

Selain mempekerjakan karyawan dari hotel pesaing, teknik poaching juga dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang hotel pesaing. Karyawan yang sudah berpengalaman di hotel pesaing akan membawa pengetahuan dan pengalaman mereka ke hotel yang merekrut mereka. Hal ini dapat membantu hotel untuk memperoleh strategi bisnis dari hotel pesaing, kelemahan dan kekuatan mereka, dan terus meningkatkan bisnis mereka sendiri.

Walaupun teknik poaching sering dianggap sebagai hal yang kontroversial, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa teknik ini menjadi bagian dari strategi bisnis dalam memberikan layanan terbaik kepada tamu dan mencapai keberhasilan dari bisnis hotel.

Menimbulkan Efek Buruk pada Hotel Pesaing

Salah satu dampak dari teknik poaching adalah timbulnya efek buruk pada hotel pesaing. Memiliki karyawan with top-tier skill set dan pengalaman kerja yang tinggi adalah kebanggaan untuk setiap hotel. Namun, ketika hotel semakin marak mempekerjakan karyawan dari hotel pesaing, hal ini dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis pesaing. Poaching karyawan dari hotel pesaing dapat memberikan keuntungan singkat bagi hotel penerima, namun tidak jarang memicu persaingan yang tidak sehat.

Banyak hotel pesaing akan merasa kehilangan ketika seorang karyawannya dipindahkan ke hotel lain ini. Hal ini karena karyawan yang dipindahkan tersebut biasanya adalah tenaga kerja hebat yang telah bertahun-tahun bekerja di hotel tersebut dan telah membangun hubungan baik dengan para tamu. Keberhasilan dan citra hotel yang dibangun oleh karyawan tersebut selama bertahun-tahun, tidak hanya dipercayakan pada satu orang, namun pada tim yang solid serta saling mendukung satu sama lain. Sehingga, ketika karyawan tersebut pergi untuk bekerja di hotel lain, maka ini akan berdampak pada kinerja tim dan citra hotel di kemudian hari.

Perlu dicatat bahwa, ketika hotel melakukan poaching karyawan dari pesaing, hotel tersebut sebenarnya tidak menunjukkan integritas dalam persaingan. Dalam persaingan yang sehat, hotel akan fokus pada peningkatan kinerja dan loyalitas tamu, bukan hanya mencari keuntungan singkat dari karyawan yang telah dididik oleh hotel lain. Jika hotel tidak mampu mempertahankan karyawan mereka sendiri, maka tentu saja ini juga merupakan tanda bahwa hotel tersebut tidak memenuhi ekspektasi karyawan dan pekerjaan yang ditawarkan.

Menimbulkan Efek Buruk pada Hotel Pesaing

Pada akhirnya, teknik poaching dapat memberikan banyak manfaat bagi hotel yang menerapkannya. Namun, jika dilihat dari sudut pandang hotel pesaing, teknik poaching dapat menyebabkan efek yang merugikan pada kinerja dan citra hotel tersebut di kemudian hari.

Pengertian Teknik Poaching dan Contohnya

Teknik poaching adalah praktik bisnis yang melibatkan penawaran pekerjaan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan pesaing. Praktik ini biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin merekrut karyawan terbaik dari pesaing mereka. Contoh teknik poaching yang terkenal adalah ketika Apple merekrut pekerja dari Google.

Teknik poaching yang keras dan agresif dapat membuat hubungan antara perusahaan menjadi buruk, yang pada akhirnya dapat merugikan kedua belah pihak. Ini adalah alasannya mengapa banyak perusahaan menghindari teknik poaching dan lebih memilih untuk merekrut melalui jalur yang lebih konvensional.

Teknik Poaching Sudah Dilarang di Beberapa Negara

Beberapa negara telah membuat undang-undang untuk melarang praktik teknik poaching. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, California melarang praktik ini melalui Undang-undang Perdagangan yang Adil dan Pesan Iklan. Undang-undang tersebut melarang perusahaan untuk merekrut karyawan dari pesaingnya jika tujuannya adalah untuk mengurangi pesaingnya. Namun, undang-undang ini hanya berlaku untuk beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Di Jerman, praktik teknik poaching juga dilarang. Perusahaan-perusahaan yang melanggar undang-undang dapat dikenakan denda atau hukuman pidana.

Di Indonesia, belum ada undang-undang yang secara khusus melarang teknik poaching. Namun, praktik ini dianggap tidak etis dan dapat merugikan perusahaan dan karyawan. Sebagai contoh, jika seorang karyawan pindah ke perusahaan yang menawarkan gaji lebih tinggi, itu akan mengurangi kemampuan perusahaan sebelumnya untuk bersaing dan mempengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan.

Dampak Negatif Teknik Poaching pada Industri dan Karyawan

Teknik poaching dapat memiliki dampak negatif pada industri dan karyawan. Saat perusahaan merekrut karyawan dari pesaing mereka, itu dapat membuat perusahaan yang kehilangan karyawan tersebut merasa terganggu dan dapat menimbulkan perasaan kecewa atau sakit hati. Ini juga dapat mengganggu hubungan bisnis antara perusahaan tersebut dalam jangka panjang.

Bagi karyawan yang direkrut melalui teknik poaching, dampaknya mungkin negatif terhadap reputasi mereka di industri. Karyawan yang memutuskan untuk bekerja pada perusahaan di bawah ketentuan teknik poaching dapat dianggap tidak setia atau tidak dapat dipercaya oleh perusahaan lain. Terutama ketika informasi rahasia atau rahasia perusahaan diberikan kepada perusahaan baru, ini dapat menyebabkan implikasi hukum, serangan cyber, atau masalah keamanan dan privasi lainnya.

Perusahaan Mulai Menghindari Teknik Poaching

Saat ini, banyak perusahaan besar telah memperketat aturan tentang teknik poaching. Mereka menghargai hubungan yang baik dengan perusahaan pesaing dan ingin membuat karyawan mereka merasa dihargai dan diinginkan.

Banyak perusahaan lebih memilih untuk merekrut karyawan melalui jalur konvensional seperti pelatihan, program magang, atau perekrutan di kampus universitas. Ini adalah cara yang lebih aman dan lebih etis untuk mengidentifikasi dan merekrut bakat baru di industri.

Seiring bertambahnya kesadaran tentang dampak negatif teknik poaching, diharapkan akan ada lebih banyak perusahaan yang menghindari praktik ini dan memilih cara yang lebih saling menguntungkan untuk merekrut karyawan.

Kesimpulan

Teknik poaching adalah praktik bisnis yang tidak etis, yang dapat merugikan perusahaan, karyawan, dan industri secara keseluruhan. Beberapa negara telah membuat undang-undang untuk melarang praktik ini, sementara beberapa perusahaan telah memperketat aturan mereka tentang teknik poaching untuk menghindari persaingan yang mengganggu dan tidak sehat.

Menghindari teknik poaching dan memilih metode perekrutan yang lebih konvensional dan lebih etis bukan hanya akan memberi manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan karyawan, tetapi juga akan memperkuat hubungan antara perusahaan dan industri secara keseluruhan.

Pengembangan dan Pelatihan Karyawan: Alternatif untuk Teknik Poaching

Teknik poaching adalah praktik merekrut karyawan dari perusahaan lain dengan menawarkan nilai gaji yang lebih tinggi, fasilitas kerja yang lebih baik dan kesempatan untuk memiliki posisi yang lebih tinggi. Praktik ini kerap dilakukan oleh perusahaan yang bergejolak dan tidak stabil, sehingga kokoekan karyawan seringkali tidak terjaga. Hal ini berdampak pada kualitas layanan dan menurunkan citra perusahaan.

Sebagai solusinya, hotel sebaiknya memulai dengan mengembangkan karyawan mereka sendiri. Pengembangan karyawan dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kerja dan pelatihan interpersonal kepada karyawan. Pelatihan kerja harus diadakan sesuai dengan pekerjaan yang dijalani, sehingga karyawan dapat meningkatkan keterampilan mereka. Sementara itu, pelatihan interpersonal dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam berkomunikasi dan bekerja sama di dalam sebuah tim.

Dalam konteks hotel, pelatihan juga harus fokus pada sektor layanan pelanggan. Karyawan yang mampu memberikan pelayanan yang baik akan meningkatkan citra hotel. Pelatihan dapat dilakukan dengan simulasi pelanggan dan menguji kemampuan karyawan untuk menyelesaikan masalah dalam situasi tertentu.

Pelatihan yang intensif dan berkala dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas karyawan. Selain itu, pelatihan juga akan meningkatkan dedikasi karyawan terhadap perusahaan dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada tamu hotel.

Pengembangan Budaya Perusahaan

Salah satu faktor penting dalam mempertahankan karyawan adalah budaya perusahaan. Budaya perusahaan yang kuat dan positif dapat memperkuat rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan dan memiliki dampak positif pada kestabilan karyawan.

Pada hotel, budaya perusahaan dapat ditingkatkan dengan memberikan nilai-nilai yang positif dan konsisten kepada karyawan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi dasar dalam mengambil keputusan, bertindak dan berkomunikasi dengan karyawan dan tamu hotel.

Menyelenggarakan acara sosial dan kegiatan karyawan secara bersamaan juga merupakan tindakan yang efektif dalam membangun budaya perusahaan yang kuat. Selain itu, hotel juga dapat memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi sebagai cara untuk memperkuat rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan.

Secara keseluruhan, fokus pada pengembangan dan pelatihan karyawan serta memperkuat budaya perusahaan adalah alternatif yang lebih baik untuk teknik poaching. Hal ini akan membantu perusahaan meningkatkan produktivitas karyawan dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada tamu hotel, sambil mempertahankan keterampilan utama karyawan dan meningkatkan retensi karyawan.

pengertian swot adalah

Pengertian SWOT dan Pentingnya dalam Industri Perhotelan Apa itu SWOT? SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) adalah sebuah metode analisis strategis yang bertujuan untuk...
Ar Rayan Alif
5 min read

room division departemen adalah

Fungsi-fungsi Departemen Room Division di Dalam Hotel Departemen Room Division di dalam hotel memiliki beberapa fungsi yang sangat penting untuk menjalankan operasionalnya. Beberapa fungsi...
Ar Rayan Alif
8 min read

jenis alat kebersihan

Jenis Alat Kebersihan yang Penting di Industri Perhotelan 1. Jenis Sikat Yang Digunakan di Industri Perhotelan Salah satu hal yang paling penting dalam menjaga...
Ar Rayan Alif
9 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *