Perhotelan

prospek kerja jurusan perhotelan

Prospek Kerja Jurusan Perhotelan di Indonesia: Peluang Karir yang Menjanjikan

Kemungkinan Karir yang Terbuka dengan Lulusan Jurusan Perhotelan

Indonesia telah mencapai capaian yang signifikan dalam sektor pariwisata selama beberapa tahun terakhir. Peluang kerja di pasar perhotelan pun semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2019, sektor pariwisata berkontribusi sebesar 5,3% dalam Produkt Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bahkan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan bahwa pada tahun 2024 sektor pariwisata akan menyumbang sebesar 7% dalam PDB nasional. Angka ini jelas menunjukkan bahwa lulusan jurusan perhotelan dapat mengharapkan masa depan yang cerah di industri ini.

Berikut beberapa kemungkinan karir untuk lulusan jurusan perhotelan:

1. Manajer Hotel

Manajer Hotel bertanggung jawab untuk mengawasi operasi sehari-hari hotel. Tugas mereka meliputi mengawasi staf hotel, mengembangkan strategi untuk meningkatkan pendapatan dan memastikan hotel memberikan standar pelayanan terbaik. Dalam peran ini, seorang Manajer Hotel juga harus berinteraksi dengan pelanggan dan bertanggung jawab untuk memastikan pengalaman tamu menjadi prioritas utama. Gaji untuk posisi ini bervariasi tergantung pada lokasi hotel, ukuran, dan fokus pasar.

Manajer Hotel

2. Ahli Makanan dan Minuman

Profesi kuliner saat ini sedang naik daun dan menjadi tren. Di bisnis perhotelan, bagian makanan dan minuman adalah sumber daya penting dalam meningkatkan pendapatan hotel. Lulusan jurusan perhotelan dapat mengejar karir sebagai staf ahli kuliner di hotel atau restoran, atau sebagai konsultan kuliner. Dalam peran ini, mereka akan terlibat dalam merancang menu, mengatur persediaan makanan dan minuman, serta menata dan mengatur pelayanan makanan secara keseluruhan. Ahli kuliner dapat menghasilkan gaji yang sangat baik tergantung pada keterampilan, tempat kerja, dan wilayah geografis mereka.

Ahli Kuliner

3. Kepala Departemen Penjualan

Kepala Departemen Penjualan bertanggung jawab dalam mengembangkan strategi penjualan untuk hotel guna mencapai target penjualan. Mereka juga memastikan kerjasama dan hubungan yang baik dengan klien dan agen perjalanan serta bertanggung jawab dalam membuat laporan harian dan bulanan. Untuk menjadi Kepala Departemen Penjualan biasanya membutuhkan latar belakang yang solid di bidang penjualan dan pemasaran, selain pengalaman di industri perhotelan. Gaji untuk posisi ini bervariasi tergantung pada ukuran hotel dan pengalaman kerja individu.

Kepala Departemen Penjualan

4. Pengelola Acara

Pengelola Acara bertindak sebagai manajer acara di hotel dan bertanggung jawab untuk merencanakan dan menyiapkan berbagai jenis acara seperti pertemuan bisnis, pameran, dan resepsi pernikahan. Mereka bertanggung jawab untuk menyelenggarakan acara mulai dari menentukan lokasi, makanan dan minuman, dekorasi, bunga dan pelayanan keamanan. Gaji pengelola acara tergantung pada skala acara dan pengalaman kerja individu. Namun, umumnya gaji pengelola acara di industri perhotelan sangat baik.

Pengelola Acara

Itulah beberapa kemungkinan karir yang terbuka untuk lulusan jurusan perhotelan. Namun, ada begitu banyak posisi lain di industri perhotelan yang dapat dieksplorasi oleh lulusan jurusan perhotelan, termasuk posisi di departemen penerimaan tamu, pelayanan kamar, pengelola properti, dan departemen keamanan.

Dengan berbagai kemungkinan karir yang tersedia, lulusan jurusan perhotelan dapat mengejar karir yang memadukan minat dan keterampilan mereka dalam lingkungan kerja yang menarik dan menantang.

Jenis Pekerjaan di Bidang Perhotelan

Industri perhotelan merupakan salah satu sektor penting dalam bidang pariwisata. Dalam industri ini terdapat banyak jenis pekerjaan yang bisa dipilih oleh seseorang yang ingin berkarir di bidang perhotelan. Berikut adalah daftar pekerjaan yang ada di bidang perhotelan:

  • Manajer Hotel
  • Chef atau Koki
  • Housekeeping
  • Front Office staff
  • Marketing atau Pemasaran
  • Public Relations
  • Event Planner
  • Food and Beverage Manager
  • Receptionist
  • Bartender atau Pramusaji Bar
  • Karyawan Layanan Kamar
  • Karyawan Laundry
  • Security atau Satpam

Manajer Hotel adalah seseorang yang bertanggung jawab atas pengelolaan hotel secara keseluruhan, dari pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, hingga pelayanan kepada tamu. Tugas seorang Manajer Hotel termasuk membuat rencana strategis hotel, berkoordinasi dengan departemen-departemen terkait, mengevaluasi kinerja staf, serta memastikan kualitas pelayanan ke tamu tetap terjaga.

Chef atau Koki adalah seseorang yang bertugas untuk menyajikan makanan dan minuman kepada tamu yang menginap atau makan di hotel. Tugas seorang Chef termasuk membuat resep masakan, mengawasi persediaan bahan baku, memastikan kualitas makanan, serta memperhatikan mutu rasa dan presentasi makanan yang disajikan.

Housekeeping adalah departemen yang bertanggung jawab atas kebersihan, keteraturan, dan kenyamanan kamar tamu serta ruang-ruang umum di hotel. Tugas-tugas seorang housekeeper termasuk membersihkan kamar dan peralatannya, menyiapkan linen, mengganti handuk, serta menata ulang kamar tamu setelah mereka check out dari hotel.

Front Office Staff adalah karyawan hotel yang bertanggung jawab atas pelayanan tamu, check-in dan check-out, serta pemesanan dan reservasi kamar. Tugas seorang front office staff meliputi penyambutan tamu, melayani permintaan tamu, mengecek identitas tamu, dan menjawab telepon.

Marketing atau Pemasaran adalah departemen yang bertanggung jawab atas promosi hotel, memasarkan produk dan jasa hotel, dan meningkatkan penjualan. Tugas seorang marketer meliputi membuat strategi pemasaran yang efektif, mengelola iklan dan promosi, membentuk kerjasama bisnis dengan pihak lain, serta meningkatkan citra dan reputasi hotel di media sosial atau platform online lainnya.

Public Relations adalah departemen yang bertanggung jawab atas hubungan dengan media dan masyarakat. Tugas seorang staf public relations meliputi membuat relasi yang baik dengan media, menjalin kedekatan dengan komunitas sekitar, mengatur acara press release, serta mendukung promosi hotel melalui media cetak atau online.

Event Planner adalah seseorang yang bertugas untuk merancang dan mengatur acara atau event yang akan diadakan di hotel atau di luar hotel. Tugas seorang event planner termasuk menyusun konsep acara, mengurus izin, mencari vendor, mempersiapkan kebutuhan teknis seperti konsumsi, tempat, serta mengkoordinasi seluruh rangkaian acara tersebut.

Food and Beverage Manager adalah seorang manajer yang bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh operasional restoran serta event katering di hotel. Tugas seorang Food and Beverage Manager meliputi mengawasi kualitas makanan dan minuman yang disajikan, membuat rencana menu, mengatur promosi makanan dan minuman, serta mengawasi kinerja seluruh staff restoran dan katering.

Receptionist bertugas melayani tamu yang datang ke hotel, menerima tamu saat check-in dan check-out, menjawab pertanyaan tamu dan memberi informasi yang dibutuhkan, serta menerima telepon dan menghubungkan ke bagian yang dimaksud.

Bartender atau Pramusaji Bar adalah karyawan hotel yang bertanggung jawab atas penjualan dan penyajian minuman. Tugas seorang bartender meliputi mengatur stok minuman, menyiapkan koktail atau minuman lain, membuat rekomendasi minuman untuk tamu, serta memastikan pirusit yang dihasilkan tetap baik.

Karyawan Layanan Kamar adalah karyawan yang bertugas dalam membuat dan menata tempat tidur, membersihkan dan merawat kamar tamu, memberi informasi tentang hotel, serta membantu tamu dalam hal yang diperlukan ketika mereka berada di kamar hotel.

Karyawan Laundry bertugas dalam membersihkan dan menyetrika linen atau pakaian yang digunakan tamu atau hotel seperti handuk, sprei, serbet, topi, baju staf dan sebagainya. Tugas karyawan laundry meliputi pengambilan, pencucian, dan pengiriman kembali linen atau pakaian tersebut ke hotel.

Security atau Satpam adalah karyawan yang bertugas menjaga keamanan hotel, melindungi tamu dan property hotel, serta menangani situasi darurat seperti kebakaran, pencurian, atau kecelakaan. Tugas seorang security meliputi memantau CCTV, mengontrol akses masuk pengunjung atau tamu, serta melakukan patroli rutin untuk mencegah tindakan kriminal atau mengatasi masalah keamanan yang terjadi.

Demikianlah jenis-jenis pekerjaan yang ada di bidang perhotelan. Meski berbeda-beda, namun seluruh pekerjaan tersebut saling mendukung dan bekerja sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu hotel serta menjadikan kepuasan tamu sebagai prioritas utama.

gambar hotel

Kompetisi di Dunia Perhotelan

Industri perhotelan adalah salah satu industri yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan persaingan yang semakin sengit di dunia perhotelan. Ketika kita memilih untuk masuk ke dunia perhotelan, kualitas dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing dengan orang lain harus terjamin. Pendidikan perhotelan adalah salah satu cara untuk memperoleh semua itu dan mendapatkan pekerjaan yang baik di dunia perhotelan.

Pendidikan perhotelan memiliki kurikulum yang mengajarkan kepada siswa tentang manajemen hotel, penyediaan makanan dan minuman, housekeeping, dan layanan pelanggan. Selain itu, siswa juga diajarkan tentang keterampilan praktis seperti memasak, menyajikan makanan dan minuman, mencuci dan menyetrika pakaian, merapikan kamar, dan bertindak sebagai penghubung antara tamu dan hotel.

Jurusan perhotelan sangatlah kompetitif dan hanya orang-orang yang memiliki kualitas yang baik dan keterampilan yang mumpuni yang dapat bertahan di dunia perhotelan. Setiap hotel ingin memilik karyawan yang ramah, pelayan, dan terlatih dengan baik. Mereka juga ingin karyawan yang memiliki kemampuan dalam berbahasa asing karena industri perhotelan memiliki bisnis yang sangat luas dan terdapat banyak tamu yang datang dari luar negeri.

Untuk meraih kesuksesan di dunia perhotelan, seseorang juga harus memiliki kemampuan yang kuat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Seorang karyawan di dunia perhotelan harus mampu berkomunikasi secara jelas dan ramah dengan tamu dan karyawan lainnya. Selain itu, karyawan harus bisa mengatasi situasi sulit dan menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.

Salah satu faktor penting dalam dunia perhotelan adalah pengalaman kerja. Banyak hotel, terutama hotel besar dan internasional, lebih suka merekrut karyawan yang memiliki pengalaman kerja dan keterampilan yang terlatih. Oleh karena itu, pelatihan dan magang sangatlah penting untuk memperoleh pengalaman kerja yang nyata.

Ada juga banyak peluang karir yang dapat ditemukan dalam dunia perhotelan. Beberapa di antaranya termasuk manajer hotel, kepala koki, manajer restoran, manajer pemasaran, manajer keuangan, kepala housekeeping, dan banyak lagi. Semua karir ini membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang berbeda-beda.

Akhir kata, prospek kerja di dunia perhotelan cukup menjanjikan. Meskipun persaingan yang ketat pada saat ini, namun industri ini tetap membutuhkan banyak karyawan yang berkualitas dan terlatih. Oleh karena itu, mendapatkan pendidikan perhotelan dan pengalaman kerja yang nyata dapat memberikan keuntungan bagi seseorang yang ingin sukses di dunia perhotelan.

gambar perhotelan

Gaji di Dunia Perhotelan

Industri perhotelan merupakan salah satu industri yang terus berkembang di Indonesia. Dalam industri perhotelan, gaji atau upah menjadi salah satu faktor yang menarik untuk dipertimbangkan dalam memilih karir. Besar gaji di dunia perhotelan bervariasi tergantung pada jabatan dan pengalaman kerja. Namun, rata-rata gaji di dunia perhotelan cukup menjanjikan untuk para pelamar pekerjaan.

Bagi fresh graduate atau calon tenaga kerja baru yang baru saja lulus, gaji awal di dunia perhotelan cukup menarik perhatian. Rata-rata gaji awal untuk lulusan perhotelan berada pada kisaran Rp 3-4 juta per bulan. Namun, gaji awal ini tentunya tergantung pada lokasi dan kelas hotel. Sebagai contoh, gaji awal untuk lulusan perhotelan yang bekerja di hotel bintang lima di kota besar mencapai sekitar Rp 5 juta per bulan.

Selain itu, untuk tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman dan keterampilan di industri perhotelan, gaji yang ditawarkan tentu akan lebih besar. Untuk jenjang karir sebagai supervisor, gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp 8-12 juta per bulan. Lalu, untuk posisi manajerial seperti manajer operasional atau manajer umum, gaji yang ditawarkan bisa mencapai angka Rp 15-25 juta per bulan. Bahkan, untuk posisi direktur hotel, gaji yang ditawarkan bisa mencapai angka Rp 50 juta per bulan atau bahkan lebih.

Di sisi lain, industri perhotelan juga memberikan peluang bagi para tenaga kerja untuk memperoleh penghasilan tambahan berupa tips atau pembagian hasil. Hal ini tergantung pada kebijakan dari hotel tempat mereka bekerja. Bagi tenaga kerja yang berprofesi sebagai housekeeping atau bagian pelayanan kamar, mereka memiliki kesempatan untuk mendapat tips dari tamu hotel yang senang dengan pelayanan yang diberikan. Sedangkan bagi posisi yang lebih tinggi, seperti manajer operasional atau manajer umum, biasanya mereka mendapat bagi hasil dari keuntungan hotel.

Namun, gaji dalam industri perhotelan tidak hanya berbasis posisi atau jabatan, melainkan juga berbasis lokasi. Beberapa lokasi yang biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi adalah Jakarta, Bali, dan kota-kota besar yang memiliki banyak hotel bintang. Di sisi lain, wilayah-wilayah yang mengalami perkembangan industri pariwisata yang masih relatif baru, seperti Lombok, Lembang, atau kota-kota kecil di Jawa Tengah, memberikan gaji yang lebih rendah dibandingkan kota-kota besar.

Meski gaji yang ditawarkan dalam industri perhotelan cukup menjanjikan, harus diingat bahwa ini masih bisa berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi perusahaan serta kemampuan masing-masing individu dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, hasil yang diperoleh dari industri perhotelan juga tergantung pada upaya dan kerja keras dari tenaga kerja dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

perhotelan

Secara keseluruhan, industri perhotelan menjadi salah satu industri yang menjanjikan dalam hal gaji bagi para pelamar kerja. Besar gaji di dunia perhotelan bervariasi tergantung pada jabatan, lokasi, dan pengalaman kerja. Meski demikian, gaji tinggi belum tentu menjamin kepuasan dalam bekerja. Saran yang dapat diberikan adalah memilih pekerjaan di industri perhotelan yang sesuai dengan minat dan bakat, sehingga kepuasan dalam bekerja dapat tercapai.

Peluang Karir di Luar Negeri

Lulusan jurusan perhotelan memiliki peluang karir yang baik di luar negeri, terutama di negara-negara yang memiliki industri pariwisata berkembang. Dengan kemampuan bahasa Inggris dan pengalaman kerja yang cukup, para lulusan perhotelan dapat melamar untuk bekerja di hotel-hotel mewah di berbagai negara.

Banyak negara di Eropa dan Amerika Serikat yang memiliki industri pariwisata yang berkembang pesat. Para lulusan perhotelan juga bisa bekerja di negara-negara Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang mulai berkembang dalam industri pariwisata. Kini, negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Qatar juga berkembang pesat dalam industri pariwisata dan membutuhkan tenaga kerja terampil dalam bidang perhotelan.

Beberapa perusahaan besar di dunia hospitality seperti Marriott, Accor, Hyatt, dan Hilton, menawarkan kesempatan untuk bekerja di berbagai negara di dunia. Selain itu, banyak hotel mewah dan restoran bintang lima di seluruh dunia yang juga mencari kandidat yang berkualitas dari lulusan perhotelan.

Berkarir di luar negeri memberikan kesempatan bagi para lulusan perhotelan untuk mengembangkan keterampilan mereka dan mempelajari kebiasaan, budaya, dan tradisi masyarakat yang berbeda. Hal ini dapat membuka wawasan dan mengembangkan kemampuan adaptasi.

Karir Perhotelan di Luar Negeri

Di era modern ini, kemudahan akses global juga memudahkan para lulusan perhotelan untuk menjangkau karir di luar negeri. Melalui internet, mereka dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Selain itu, biro perjalanan dan perusahaan penyalur tenaga kerja juga dapat membantu para lulusan perhotelan dalam mencari pekerjaan di luar negeri.

Bagi para lulusan perhotelan yang ingin bekerja di luar negeri, penting untuk mempersiapkan diri dengan matang. Mereka harus memiliki kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang atau bahasa Mandarin untuk dapat berkomunikasi dengan baik dengan tamu yang datang dari berbagai negara. Selain itu, mereka harus memiliki keterampilan dalam hal service excellent, karena di era modern ini, para tamu mengharapkan pelayanan yang prima dan memuaskan.

Bagi para lulusan perhotelan yang memiliki kemampuan bahasa yang baik serta berpenampilan menarik dan komunikatif, kesempatan bekerja di hotel-hotel mewah di luar negeri sangat terbuka lebar. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki peluang karir yang cerah dan penghasilan yang menjanjikan.

Tantangan di Dunia Perhotelan

Ilustrasi tentang Perhotelan

Dunia perhotelan adalah salah satu bidang yang menjanjikan untuk mengembangkan karir di era modern ini. Permintaan akan industri hospitality yang semakin meningkat menimbulkan peluang bagi para lulusan yang berminat untuk bekerja di sektor ini. Namun demikian, seperti halnya pekerjaan di dunia lain, profesi ini juga memiliki tantangan yang harus diatasi agar dapat mencapai kesuksesan dalam karir.

Salah satu tantangan yang umum dihadapi oleh para penggiat perhotelan adalah jam kerja yang panjang dan tak teratur. Senior chef William Wongso mengatakan bahwa jam kerja di industri perhotelan terbilang fleksibel, namun bisa sangat melelahkan. Adapun jam kerja di hotel biasanya dimulai dari pagi hari hingga dini hari. Seorang karyawan hotel bahkan harus siap kerja pada hari-hari libur dan musim liburan.

Lebih lanjut, tuntutan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik juga menjadi tantangan tersendiri dalam dunia perhotelan. Sebagai penyedia jasa di bidang hospitality, kepuasan tamu menjadi prioritas utama para karyawan di sektor ini. Tak jarang situasi yang memakan waktu, serta tamu yang sulit untuk dihadapi akan menjadi situasi yang harus segera diselesaikan.

Selain itu, para karyawan di bidang perhotelan juga harus bersiap menghadapi kerja sama tim. Dalam industri ini, kerjasama antara satu tim dengan tim lain menjadi kunci utama terwujudnya kepuasan tamu pada akhirnya. Meskipun demikian, kerja sama tim dalam perhotelan bisa menjadi ujian tersendiri, terlebih bila terdapat ketidakcocokan antara satu tim dengan tim lainnya.

Perubahan industri hospitality yang cepat dan sifatnya yang selalu berubah-ubah menjadi tantangan lain yang harus dihadapi oleh para karyawan di sektor ini. Tidak hanya itu, kemajuan teknologi juga mempengaruhi cara kerja para karyawan serta tuntutan untuk terus meningkatkan kualitas diri agar bisa memenangkan persaingan di industri ini.

Terakhir, para karyawan di bidang perhotelan juga harus siap menghadapi tekanan pekerjaan yang sedang tinggi. Dalam industri ini atau dengan kata lain pekerjaannya melibatkan banyak hal yang melibatkan banyak orang, nomor lambat yang ketidakpuasan dalam bekerja atau mengkoordinasi dengan rekan atau mansger lainnya bisa menjadi suatu kendala tersendiri bagi para karyawan yang bekerja di bidang ini. Tekanan pekerjaan yang tinggi baik dalam lingkungan kerja maupun lingkungan sosial menjadi hal yang biasa dialami oleh para karyawan di industri hospitality.

Di akhir artikel ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun memiliki peluang karir yang menjanjikan, dunia perhotelan juga memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh para karyawan di bidang ini. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berkarir di industri hospitality, baiknya calon karyawan mempertimbangkan secara matang tantangan yang akan dihadapi serta mempersiapkan diri dengan melakukan riset yang secara rinci mengenai tanggung jawab di bidang perhotelan, yang terkait dengan jam kerja panjang dan tuntutan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada tamu.

Menguasai Bahasa Asing

Bahasa Inggris menjadi bahasa global di industri perhotelan, sehingga kemampuan berbahasa Inggris sangat penting. Selain itu, beberapa perhotelan juga mensyaratkan kemampuan berbahasa asing lainnya seperti Mandarin, Prancis, atau Jepang. Kemampuan berbahasa asing akan memudahkan kerja sama dengan tamu asing dan memperluas kesempatan karir di mancanegara.

Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing:

  1. Mengikuti kursus bahasa di lembaga pendidikan atau online.
  2. Bergabung dalam komunitas yang mempraktikkan bahasa yang ingin dipelajari.
  3. Mendengarkan musik, menonton film atau acara televisi berbahasa asing.
  4. Berinteraksi dengan orang asli pengguna bahasa yang ingin dipelajari.
  5. Menggunakan aplikasi penerjemah atau kamus online untuk memperluas kosakata.

Kemampuan bahasa asing tidak hanya meningkatkan peluang karir, tetapi juga dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman personal.

bahasa asing

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button