Perhotelan

Pengertian Wine dalam Industri Perhotelan

Pengertian Wine Adalah

Wine adalah minuman yang terbuat dari buah anggur yang difermentasi secara alami. Sejak zaman dahulu, wine telah menjadi minuman yang dihargai oleh banyak orang di seluruh dunia. Tidak hanya dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, wine juga sering menjadi perpaduan yang sempurna dalam banyak acara dan festival budaya.

Wine dikenal sebagai minuman alkohol yang berasal dari proses fermentasi buah anggur yang sehat dan matang. Selain anggur, beberapa wine bisa dihasilkan dari fermentasi buah lain seperti stroberi, apel hingga buah jeruk. Dalam proses pembuatan wine, fermentasi inilah yang menjadi kunci untuk menghasilkan rasa dan kandungan alkohol yang tepat pada wine tersebut.

Dalam dunia wine, kualitas dari buah anggur adalah faktor utama yang mempengaruhi kualitas dari wine yang dihasilkan. Semakin baik kualitas dari buah anggur, semakin baik pula kualitas dari wine yang dihasilkan. Setelah buah anggur di panen, langkah selanjutnya adalah menghancurkan buah agar cairan yang terkandung di dalamnya dapat dikeluarkan.

Setelah itu, cairan anggur akan diawetkan dengan cara penambahan campuran sulfida dan asam tartarat. Larutan anggur ini kemudian dituangkan ke dalam tong kayu untuk menjalani proses fermentasi. Selama fermentasi, gula yang terkandung di dalam cairan anggur akan diubah menjadi alkohol melalui interaksi dengan ragi atau khamir yang terdapat di dalamnya. Proses ini akan membawa aroma dan rasa yang khas pada tiap wine yang dihasilkan.

Jenis wine berbeda-beda dan dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis anggur yang digunakan. Ada white wine yang dihasilkan dari anggur putih, red wine yang dihasilkan dari anggur merah, rose wine yang dihasilkan dari anggur merah tapi sebelum digilingkan cangkang dan anggur merah dipisahkan dengan ampas, dan sparkling wine yang ditandai oleh kilauan gelembung yang dihasilkan dari kandungan karbon dioksida yang terkandung di dalamnya.

Wine memang biasa dikonsumsi untuk menemani hidangan makanan pada saat santai atau acara-acara tertentu, namun juga disebutkan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam wine dikatakan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah beberapa jenis kanker, dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Bagaimana dengan kandungan alkohol wine? Sungguh tidak disarankan untuk mengonsumsi wine secara berlebihan karena dapat menyebabkan berbagai efek buruk pada kesehatan. Adapun batas aman konsumsi wine untuk orang dewasa pada umumnya adalah satu sampai dua glasss (150-300 ml) per hari saja.

Dalam budaya barat, wine juga merupakan minuman yang melambangkan status sosial. Semakin mahal harganya, semakin berkualitas pula wine tersebut. Namun, saat ini wine sudah menjadi minuman yang semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Wine bisa dikonsumsi dengan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan berat hingga hidangan ringan. Terlalu manis, terlalu asam atau terlalu pedas pada makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi rasa wine yang akan diminum. Oleh karena itu, perpaduan dan penyesuaian rasa adalah kunci untuk mendapatkan sensasi terbaik saat menikmati wine.

Dalam keseluruhan, wine bukan hanya sekadar minuman, melainkan seni dan kultur dari proses pembuatannya. Kualitas dan rasanya yang khas membuat wine begitu dihargai dan jadi konsumsi di seluruh dunia.

Sejarah Wine

Wine atau anggur sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Penemuan arkeologi menunjukkan bukti fermentasi anggur pada tahun 6.000 SM, dan anggur yang dibuat menggunakan metode tradisional masih populer hingga saat ini.

Banyak dari kita mungkin mengenal wine sebagai minuman dari negeri asalnya, yaitu Perancis. Namun sebenarnya, wine sudah dikenal di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika. Faktanya, banyak negara yang memiliki sejarah panjang dalam memproduksi anggur dan menjadikannya sebagai budaya.

Meskipun anggur dan wine bisa ditemukan di mana-mana, namun tak bisa dipungkiri lagi bahwa Perancis merupakan negara dengan reputasi terbaik dalam dunia wine. Pada abad ke-18, Bordeaux menjadi kiblat bagi para pecinta wine terkemuka di seluruh dunia. Wilayah Champagne juga menjadi pusat wine terbaik di dunia, serta memiliki perlindungan hak atas nama produsen. Di samping Perancis, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat juga memiliki warisan wine yang tak kalah menarik.

Tak hanya dalam hal produksi, wine juga memiliki peran penting dalam sejarah, terutama di Eropa. Dalam budaya Yunani dan Romawi kuno, wine dianggap sebagai minuman suci dan dijadikan bahan utama dalam upacara keagamaan. Wine dianggap sebagai minuman yang bisa memperpanjang umur dan membawa kebahagiaan. Di sisi lain, pada Abad Pertengahan, wine adalah sumber pendapatan utama bagi Gereja Katolik.

Selain itu, wine juga memainkan peran strategis dalam sejarah peradaban manusia. Pada abad ke-15 hingga ke-17, wine menjadi salah satu produk perdagangan utama dari Eropa ke Amerika dan Afrika, dan menjadi faktor penting dalam pembuatan keputusan politik. Hal ini akhirnya mengarah pada perang dan ekspansi ke koloni-koloni baru.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa wine bukan hanya sekadar minuman beralkohol, namun juga merupakan sejarah panjang peradaban manusia. Wine memiliki sejarah yang kaya dan merangkum banyak aspek dari kehidupan manusia, termasuk agama, politik, dan kebudayaan.

Jenis-jenis Wine

Wine bukanlah minuman yang terbatas pada jenis merah atau putih saja. Ada banyak jenis wine yang bisa dinikmati, masing-masing dengan rasa dan karakter yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis wine yang populer:

1. Merah Wine

Merah wine adalah jenis wine yang paling dikenal dan paling sering dikonsumsi. Warna wine ini berasal dari kulit anggur merah yang dicampur dengan air dan gula. Jenis anggur merah yang digunakan dapat bervariasi, termasuk merlot, cabernet sauvignon, dan pinot noir. Wine merah memiliki rasa yang kuat dan kompleks, dan biasanya disajikan pada suhu kamar atau setelah diinginkan.

Gambar Merah Wine

2. Putih Wine

Putih wine berasal dari anggur putih, seperti chardonnay, sauvignon blanc, dan riesling. Wine putih lebih segar dan ringan dibandingkan dengan wine merah, dan biasanya disajikan pada suhu yang lebih dingin. Rasa wine putih tergantung pada jenis anggur yang digunakan dan teknik pengolahan yang dilakukan oleh produsen.

Gambar Putih Wine

3. Sparkling atau Bergelmbung Wine

Jenis wine yang satu ini sangat populer untuk merayakan momen tertentu. Sparkling wine, seperti champagne, prosecco, dan cava, memiliki gelembung yang terbentuk dari proses fermentasi kedua. Rasa wine ini biasanya lebih kering dan segar dengan tekstur yang menyegarkan. Sparkling wine disajikan pada suhu yang lebih dingin dan sesuai untuk dihidangkan bersama hidangan ringan seperti appetizer atau dessert.

Gambar Sparkling Wine

4. Fortified Wine

Fortified wine adalah jenis wine yang mengandung alkohol tambahan, seperti brandi atau cognac. Jenis wine ini memiliki rasa yang kuat dan kaya, dan biasanya disajikan sebagai aperitif atau hidangan penutup. Contoh dari jenis wine ini adalah port, sherry, dan vermouth.

Gambar Fortified Wine

5. Dessert Wine

Dessert wine biasanya disajikan sebagai penutup setelah makan. Wine ini memiliki rasa manis dan kaya, biasanya dihasilkan dari anggur yang dipetik saat matang di musim gugur. Beberapa jenis dessert wine yang populer adalah Ice wine, Tokaji, dan Sauternes.

Gambar Dessert Wine

Itulah beberapa jenis wine yang bisa dinikmati. Mulailah dengan mencoba jenis wine yang paling umum dan eksplorasi berbagai jenis wine yang lain. Selamat menikmati!

Pemilihan Buah Anggur

Proses pembuatan wine dimulai dengan pemilihan buah anggur yang berkualitas. Buah anggur yang dipilih harus matang secara optimal dan bebas dari kerusakan atau penyakit. Tergantung pada jenis anggur yang digunakan, waktu pemetikan anggur dapat bervariasi. Beberapa produsen juga menggunakan teknik pemangkasan khusus untuk memastikan bahwa hanya buah anggur yang terbaik yang dipetik.

Selain itu, buah anggur yang dipilih juga harus memiliki kandungan gula yang cukup untuk memberikan rasa manis pada wine. Kualitas buah anggur yang dipilih akan mempengaruhi rasa, aroma, dan kelas wine yang dihasilkan.

Penghancuran Buah

Setelah dipilih, buah anggur kemudian dihancurkan untuk memisahkan kulit dan daging buah. Proses penghancuran bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mesin penghancur buah anggur. Metode penghancuran yang digunakan akan mempengaruhi hasil akhir wine yang dihasilkan.

Selama proses penghancuran, biji anggur juga akan dilepaskan. Biji anggur mengandung tannin yang memberikan rasa pahit pada wine, sehingga sebaiknya dibuang agar wine yang dihasilkan tidak terlalu pahit. Beberapa produsen wine juga memutuskan untuk membiarkan biji anggur tetap ada untuk memberikan rasa yang lebih kuat dan kompleks pada wine.

Fermentasi

Fermentasi adalah proses penting dalam pembuatan wine. Setelah buah anggur dihancurkan, cairan yang dihasilkan akan dituangkan ke dalam wadah untuk difermentasi. Fermentasi adalah proses di mana gula dalam anggur diubah menjadi alkohol oleh ragi yang terdapat di dalam anggur. Fermentasi bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis wine dan kondisi lingkungan.

Selama proses fermentasi, sedimen dan gas karbon dioksida akan terbentuk di permukaan cairan. Sedimen ini terdiri dari serpihan kulit dan biji anggur yang tidak berhasil dihilangkan pada proses penghancuran. Gas karbon dioksida inilah yang memberikan gelembung pada wine. Proses fermentasi yang optimal akan menghasilkan wine dengan rasa yang lezat dan aroma yang kuat.

Pemrosesan Lanjutan

Setelah proses fermentasi selesai, wine akan mengalami beberapa tahap pemrosesan lanjutan. Tahap ini meliputi pengecekan rasa wine, penambahan campuran lain seperti sulfur dan asam tartaric untuk menjaga keawetan dan stabilisasi wine, serta pemindahan wine ke wadah penyimpanan lain. Pemrosesan ini penting untuk memberikan rasa yang konsisten pada wine dan menjaga kualitasnya agar tetap terjaga selama penyimpanan.

Tahap pemrosesan lanjutan juga meliputi proses klarifikasi dan stabilisasi wine. Klarifikasi adalah proses menghilangkan sedimen dan partikel kecil lainnya dari wine. Sedangkan stabilisasi adalah proses menjaga kualitas wine agar tidak mengalami perubahan selama penyimpanan. Pada tahap ini, produsen wine juga bisa memutuskan untuk melakukan blending (pencampuran) berbagai jenis anggur atau wine dengan kualitas dan rasa yang berbeda untuk menciptakan rasa yang unik pada wine yang dihasilkan.

Pematangan

Setelah melalui proses pemrosesan lanjutan, wine kemudian disimpan dan diberi waktu untuk matang dalam waktu yang lama (minimal beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung pada jenis wine). Tujuan dari proses pematangan ini adalah untuk memberikan rasa dan aroma yang lebih kompleks pada wine dan mengurangi rasa pahit yang dihasilkan dari tannin biji anggur. Selama proses pematangan ini, wine akan disimpan di dalam tong kayu yang mengeluarkan aroma khusus yang memberikan karakter yang unik pada wine.

Proses pembuatan wine membutuhkan waktu dan perhatian yang besar untuk menghasilkan wine yang berkualitas tinggi. Dari proses pemilihan buah anggur hingga pematangan, setiap tahap mempengaruhi hasil akhir yang dihasilkan. Wine yang baik tidak hanya memiliki rasa dan aroma yang lezat, tetapi juga memiliki karakter unik yang membedakannya dari wine lainnya.

Wine Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung

Mengonsumsi wine dengan sedikit dan terkontrol ternyata memberikan efek positif pada kesehatan jantung. Wine mengandung senyawa polifenol, terutama resveratrol, yang mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) pada tubuh. Kolesterol jahat yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, wine dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Wine dan manfaat kesehatan jantung

Namun, tetap diingat bahwa efek positif ini hanya akan muncul jika Anda mengonsumsi wine dengan bijak. Mengonsumsi wine secara berlebihan justru akan merusak kesehatan jantung dan membawa risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan jantung dari wine, sebaiknya konsumsi secara teratur namun tetap terkontrol dengan dosis yang tepat. Seorang ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi wine tidak lebih dari 1-2 gelas dalam sehari untuk wanita dan tidak lebih dari 2-3 gelas dalam sehari untuk pria.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk memilih jenis wine yang tepat. Jenis wine yang terbuat dari biji-bijian seperti merah dan putih, memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan jenis wine manis atau segala jenis yang menambahkan gula. Oleh karena itu, konsumsilah wine yang lebih alami dan tinggi kandungan polifenolnya untuk memaksimalkan manfaat kesehatan jantung.

Terakhir, perlu diingat juga bahwa wine tetap bukan sumber utama kesehatan jantung Anda. Tetap menjaga pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok adalah kunci untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

Peran Penting Penyajian dan Penyimpanan Wine

Penyajian dan penyimpanan wine merupakan hal penting yang perlu diperhatikan terutama bagi para pecinta wine. Sebab, penyimpanan dan penyajian yang baik akan menjaga citarasa wine tetap terjaga dan kualitasnya terjaga. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan penyajian wine.

Suhu Penyimpanan

Penyimpanan wine yang baik dilakukan pada suhu yang tepat yaitu sekitar 13-15°C untuk wine merah dan 8-13°C untuk wine putih. Bila Anda menyimpan wine pada suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka kualitas wine bisa menurun dan rasa wine pun tidak lagi sesuai dengan harapan.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan kelembapan ruangan penyimpanan. Kelembapan ruangan yang ideal untuk penyimpanan wine adalah sekitar 70-80%. Suhu penyimpanan dan kelembapan yang tepat akan memperpanjang umur simpan wine dan menjaganya tetap terjaga kualitasnya.

Penggunaan Decanter

Penggunaan decanter pada wine merah sangat dianjurkan untuk membantu memisahkan lumpur atau endapan wine. Proses dekantasi bisa dilakukan sebelum penyajian atau menjelang penyajian. Proses dekantasi juga akan membantu mengoksidasi wine, sehingga wine akan lebih mengeluarkan aroma dan rasanya akan lebih lembut dan halus.

Decanter yang ideal adalah decanter berbentuk bulat dengan leher yang sempit. Bentuk lehernya yang sempit akan membantu memisahkan lumpur dan endapan wine serta mempermudah saat menuangkan wine ke dalam gelas.

Technik Penyajian

Penyajian wine yang benar akan mempengaruhi hasil akhir rasa dan aroma wine. Pertama, pastikan gelas yang digunakan bersih dan kering. Setelah itu, tuangkan wine ke dalam gelas lebih kurang setengah atau 1/3 bagian dari gelas. Tujuan dari pen tuangan yang tidak penuh ke bagian atas gelas adalah agar wine bisa teroksidasi dengan udara dan mengeluarkan aroma terbaik dari wine tersebut.

Kemudian, haluskan rasa wine dengan teknik swirl atau memutar-mutar gelas. Teknik ini bertujuan untuk mengoksidasi wine dan mempercepat proses penyatuan antara rasa dan aroma wine.

Terakhir, nikmati wine yang telah disajikan dengan cara mencium aroma wine terlebih dahulu sebelum Anda menikmatinya dengan perlahan-lahan. Demi mendapatkan sensasi menyenangkan dari wine yang Anda minum.

Kesimpulan

Peran penting dalam penyimpanan dan penyajian wine sangat berpengaruh bagi nilai citarasa dan aroma wine itu sendiri. Oleh karena itu, diharapkan Anda dapat memperhatikan beberapa hal tersebut untuk menciptakan kualitas wine yang baik dan tetap terjaga dalam waktu yang lama. Semoga informasi ini berguna untuk Anda yang sedang memulai pengenalan terhadap keindahan dan kekayaan rasa dari wine.

Penyimpanan dan Penyajian Wine

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button