Informasi

Pengertian Geguritan Beserta Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Geguritan adalah sastra tradisional Bali yang memiliki bentuk dan struktur yang khas. Sastra ini berupa puisi yang dibacakan dan memiliki irama yang teratur dan harmonis. Geguritan juga biasanya disertai dengan unsur filosofis serta moral yang dapat diambil sebagai pedoman hidup. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian geguritan beserta ciri, struktur, jenis, dan contohnya yang dapat memperkaya pengetahuan kita tentang sastra Bali.

Ciri-ciri Geguritan

Geguritan adalah sebuah bentuk sastra tradisional Bali yang memiliki ciri khas tersendiri. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari sastra Geguritan.

1. Terdiri dari rangkaian bait

Ciri utama dari Geguritan adalah terdiri dari rangkaian bait. Setiap bait biasanya terdiri dari enam hingga delapan baris syair. Dalam sebuah Geguritan, terdapat beberapa bait yang membentuk rangkaian cerita.

2. Menggunakan berbagai jenis rima

Setiap bait dalam Geguritan umumnya menggunakan rima akhir yang sama dalam setiap barisnya. Namun demikian, setiap bait dapat menggunakan berbagai jenis rima, seperti rima luntur, rima bermau, maupun rima rentang.

3. Bahasa Bali yang khas

Geguritan menggunakan bahasa Bali dengan kosakata khas daerah Bali. Bahasa tersebut memiliki tata bahasa yang khas serta memuat nilai-nilai budaya daerah Bali pada umumnya.

4. Terdapat unsur-unsur agama

Dalam Geguritan, terdapat unsur-unsur agama Hindu yang menjadi bagian dari cerita. Misalnya, tentang karma, kebhinekaan, kesatuan, keselarasan, serta nilai-nilai kebajikan.

5. Isinya memberikan pesan moral

Geguritan juga didalamnya sarat dengan pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi pembaca maupun pendengar. Pesan moral tersebut dapat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari maupun nilai-nilai kehidupan.

6. Terdapat unsur humor

Di dalam Geguritan, terdapat unsur humor yang menarik untuk disimak. Humor yang disajikan di dalamnya tidak hanya dapat menghibur, namun juga memberikan pesan-pesan penting.

7. Terdapat nilai sejarah

Geguritan juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Bali. Banyak di antaranya bercerita mengenai sejarah perkembangan daerah Bali yang sangat berarti untuk dipelajari.

8. Berisi nilai kebudayaan

Selain nilai sejarah, Geguritan juga memiliki nilai kebudayaan yang sangat kuat. Nilai tersebut dapat berkaitan dengan kesenian, ritual, maupun adat istiadat masyarakat Bali pada umumnya.

9. Sangat khas Bali

Ciri terakhir yang tak kalah penting adalah keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh Geguritan sebagai bentuk sastra khas Bali. Dari isi hingga bentuknya sama sekali tidak dapat ditemukan di daerah lain.

10. Merupakan bentuk kontribusi masyarakat Bali

Geguritan tidak hanya merupakan hasil keberhasilan individu. Sastra ini adalah sebuah kontribusi dari masyarakat Bali secara keseluruhan dalam melestarikan kebudayaan daerah pada masa yang akan datang.

Ciri-Ciri Geguritan

Geguritan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari karya sastra lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri geguritan yang dapat dikenali:

1. Terdiri dari bait-bait

Geguritan terdiri dari banyak bait atau gending yang masing-masingnya terdiri atas sejumlah baris sajak. Setiap sajak memiliki irama atau nada yang berbeda-beda.

2. Berbentuk sastra lisan

Geguritan adalah salah satu jenis sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi tanpa melalui tulisan.

3. Mengandung unsur ajaran moral

Selain sebagai seni sastra, geguritan juga mengandung unsur ajaran moral yang dapat dijadikan petunjuk bagi pembaca atau pendengarnya.

4. Menggunakan bahasa Jawa Kuno

Geguritan menggunakan bahasa Jawa Kuno yang terkesan klasik dan khas. Bahasa ini memuat banyak kosakata yang jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari.

5. Gaya bahasa kiasan dan majas

Geguritan menggunakan gaya bahasa kiasan dan majas untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Beberapa majas yang sering digunakan dalam geguritan antara lain sindiran, perumpamaan, dan lain sebagainya.

6. Tidak memiliki aturan tertentu

Geguritan tidak memiliki aturan tertentu dalam hal pengurutan bait-bait dan jumlah baris sajak. Namun, tetap mengikuti alur cerita yang diinginkan.

7. Mengenal Struktur Geguritan

Geguritan mempunyai struktur tertentu yang terdiri dari beberapa unsur. Struktur ini juga ditemukan pada sastra Jawa Kuno lainnya. Adapun struktur geguritan sebagai berikut.

8. Bahasa Tepat dan Bernas

Seperti halnya sastra lainnya, geguritan juga menggunakan bahasa yang tepat dan bernas untuk menyampaikan maksud pengarang.

9. Menyampaikan Cerita Sejarah

Geguritan sangat identik dengan cerita sejarah dan legenda dari tanah Jawa. Sebagai sebuah bentuk sastra lisan, geguritan merupakan media yang tepat untuk menyampaikan legenda dan sejarah budaya dari generasi ke generasi.

10. Bersifat Dinamis

Tatkala dibacakan atau didendangkan, geguritan lebih bersifat dinamis daripada statis. Melalui penggunaan dialog yang dinamis, maka proses penyampaian cerita dan pengenalannya sebagai sebuah karya sastra menjadi lebih mudah dipahami.

Ciri-ciri Geguritan

Geguritan mempunyai ciri-ciri yang mudah dikenali seperti:

Ciri-Ciri Geguritan Keterangan
Memiliki irama tertentu Geguritan biasanya dipentaskan dengan menggunakan alat musik seperti gamelan
Bersifat didaktis Geguritan biasanya memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada para pendengarnya
Memiliki struktur yang teratur Geguritan terdiri dari beberapa bagiannya yang diawali dengan parikan hingga bagian akhir yang disebut gending
Banyak menggunakan kata-kata sindiran Geguritan mempunyai corak bahasa yang khas dengan banyak menggunakan kata-kata sindiran dan peribahasa
Biasanya berisi cerita atau legenda Geguritan seringkali mengangkat tema tentang cerita atau legenda yang telah dikenal di masyarakat

1. Irama Tertentu pada Geguritan
Pentunjuk utama dari geguritan adalah irama. Geguritan biasanya dipentaskan dengan menggunakan alat musik seperti gamelan. Irama tersebut memberikan perasaan yang berbeda-beda dan sangat penting dalam menghasilkan kesan yang diinginkan dalam geguritan. Oleh sebab itu, sebelum menciptakan geguritan, para penulis harus bisa mengestimasi irama terlebih dahulu.

2. Karakteristik Didaktis pada Geguritan
Geguritan biasanya memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada para pendengarnya melalui intisari cerita. Pesan moral tersebut dibalut dengan bahasa yang khas dan sangat mudah dipahami oleh masyarakat umum.

3. Struktur Geguritan
Geguritan memiliki struktur yang teratur dan mudah dipahami oleh para pendengarnya. Terdiri dari beberapa bagian yang diawali dengan parikan, kemudian adil, sampun dan selanjutnya bagian akhir disebut gending. Struktur geguritan menjadi mudah dimengerti oleh masyarakat karena dibalut dengan bahasa yang mudah dipahami.

4. Sindiran Kata pada Geguritan
Sindiran dan peribahasa adalah ciri utama yang terkandung dalam geguritan. Hal tersebut membuat geguritan menjadi unik dan terasa sangat mendalam ketika didengarkan.

5. Tema Di Legenda Geguritan
Geguritan seringkali mengangkat tema tentang cerita atau legenda yang telah dikenal di masyarakat. Hal ini memberikan kesan mendalam dan bermakna bagi para pendengarnya. Selain itu, geguritan juga menjadi media yang tepat untuk mengajarkan dan mengingatkan tentang nilai-nilai luhur dari cerita atau legenda yang ada di masyarakat.

Untuk memperdalam pengetahuan tentang geguritan, kamu bisa membaca tentang pengertian geguritan beserta ciri, struktur, jenis dan contohnya di website Merbabu.

Terima Kasih Telah Membaca

Itulah ulasan mengenai pengertian geguritan beserta ciri, struktur, jenis, dan contohnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang sastra Jawa. Jangan lupa untuk kembali lagi ke halaman ini untuk membaca artikel menarik berikutnya. Sampai jumpa!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button