Kebijakan Pemerintahan Orde Baru: Memprioritaskan Kepentingan atau Kekuasaan?

Zaman Orde Baru dikenal sebagai era pemerintahan yang berfokus pada kepentingan nasional dengan menekankan pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan pada masa itu dikerahkan untuk mempertahankan stabilitas politik dan sosial serta mengoptimalkan kemajuan Indonesia sebagai negara berkembang. Salah satu kebijakan penting dalam era tersebut adalah kebijakan yang menekankan pada kepentingan nasional atau sering disebut Kepentingan. Kebijakan Kepentingan menjadi landasan bagi negara untuk memperoleh kemajuan dan keuntungan yang lebih besar di antara banyaknya negara-negara yang ada.

Makna Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Dalam sejarah Indonesia, Orde Baru dikenal sebagai era politik yang dipimpin oleh Presiden Soeharto dari tahun 1967 hingga 1998. Era ini biasa diidentifikasi dengan ciri-ciri seperti pendekatan otoriter, penindasan politik, pengendalian media, dan suara rakyat yang minim.

Namun, di balik kontroversi yang melekat pada era Orde Baru, ada beberapa kebijakan pemerintahan yang mencerminkan penerapan kepentingan nasional. Penekanan pada kepentingan nasional ini selalu disertai dengan semangat kemandirian bagi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Berikut ini adalah 10 subtopik yang menjelaskan makna kebijakan pemerintahan Orde Baru dalam menekankan pada kepentingan nasional.

Meningkatkan Kemandirian Berbagai Sektor Industri

Pemerintah Orde Baru memiliki kebijakan yang besar dalam rangka meningkatkan kemandirian Indonesia di berbagai bidang, mulai dari pertanian, perikanan, energi, dan manufaktur.

Makanya, pemerintah Orde Baru mendorong perkembangan industri-industri baru yang dapat mendorong ekonomi nasional. Upaya untuk membangun ekonomi nasional, yang mandiri, kuat, dan tangguh, dilakukan dengan membuka peluang untuk berinvestasi di Indonesia.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembangunan Infrastruktur

Kebijakan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu yang utama bagi pemerintah Orde Baru dengan tujuan untuk memperluas akses jalan kereta api, transportasi, membangun jaringan telekomunikasi, dan juga program sebagai peningkatan desa terpencil.

Kebijakan pembangunan infrastruktur ini salah satu yang terpenting, karena memperluas peluang untuk menjalankan bisnis dan meningkatkan produktivitas. Pemerintah Orde Baru memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur besar dan lebih mengutamakan penyediaan sumber daya dan energi, seperti listrik dan tenaga air secara nasional.

Meningkatkan Produksi Pertanian dan Pangan

Pemerintah Orde Baru juga memiliki strategi dalam meningkatkan produksi pertanian dan pangan, dengan fokus pada beberapa komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, serta ternak yang menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia. Upaya mendukung sektor pertanian dapat meningkatkan pengembangan ekonomi dan peluang kerja bagi orang desa di seluruh negeri.

Selain pengembangan sektor pertanian, pemerintah Orde Baru juga melakukan efisiensi penggunaan pupuk dan pemupukan untuk meningkatkan hasil panen dan makanan yang sehat bagi masyarakat.

Menjaga Stabilitas Mata Uang dan Rupiah

Pemerintah Orde Baru menjaga stabilitas mata uang dengan mengendalikan inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Kebijakan ini adalah suatu strategi untuk menghindari devaluasi rupiah, yang dapat memicu masalah ekonomi di Indonesia.

Melindungi Konsumen dan Masyarakat

Pemerintah Orde Baru memerlukan model perlindungan konsumen dan masyarakat. Kebijakan ini fokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi lemah yang terpinggirkan. Guard the interests of consumers and society is one of the duties of the government during the Orde Baru.

Membangun Karier dalam Berbagai Sektor

Kebutuhan tenaga kerja Indonesia pada masa itu lebih dari jumlah yang dibutuhkan, terlebih lagi adanya emigrasi secara massal pada saat itu. Oleh karena itu, pemerintah Orde Baru mendorong lebih banyak orang untuk berkarir di sektor industri atau pertanian, dengan memberikan pelatihan dan pendidikan khusus dan program peningkatan keterampilan yang ditingkatkan.

Membangun Hubungan Internasional yang Bermanfaat

Orde Baru selalu membangun hubungan kerjasama erat dengan negara-negara lain atas dasar saling menguntungkan. Hal ini dilakukan dengan baik, seperti hubungan dekat antara Indonesia dengan Jepang.

Memperkuat hubungan internasional dapat membantu meningkatkan peluang bisnis dan investasi bagi Indonesia, serta memperluas pasar ekspor untuk produk-produk manufaktur nasional.

Menjaga Ketahanan Nasional Indonesia

Pemerintah Orde Baru menjaga ketahanan nasional Indonesia dengan meningkatkan pengawasan dan keamanan di wilayah perbatasan dalam negeri, serta menjaga stabilitas politik di dalam negeri. Hal ini diperlukan untuk menjaga keamanan dan menghindari ancaman dari pihak asing dan internal.

Mendorong Penelitian dan Pengembangan Teknologi

Pemerintah Orde Baru mendorong penelitian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini dibuat untuk memastikan Indonesia memiliki tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan berwawasan luas.

Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

Kebijakan yang fokus pada masyarakat, di dalam politik Orde Baru, termasuk mendukung pemenuhan hak asasi manusia, hak-hak warga negara, dan berbagai kebijakan sosial dan kebijakan kesehatan. Pemerintah Orde Baru berusaha untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dalam segala aspek kehidupan.

1. Pengertian Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru adalah kebijakan pemerintahan yang dilakukan pada masa Orde Baru di Indonesia. Orde Baru adalah masa ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto mulai dari tahun 1966 hingga tahun 1998. Kebijakan Pemerintahan Orde Baru menekankan pada kepentingan nasional, stabilitas politik, dan peningkatan pembangunan ekonomi nasional.

2. Karakteristik Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru memiliki beberapa karakteristik yang khas. Karakteristik tersebut antara lain:

– Sentralistik: Kebijakan Pemerintahan Orde Baru bersifat sentralistik, artinya kekuasaan dan pengambilan keputusan berada di tangan pemerintah pusat.
– Otoriter: Pemerintahan Orde Baru bersifat otoriter dalam artian pemerintah memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam mengambil keputusan dan menentukan arah kebijakan yang akan ditempuh.
– Pragmatik: Kebijakan Pemerintahan Orde Baru bersifat pragmatis, artinya kebijakan yang diambil hendaknya memperhatikan hasil yang akan dicapai dan tidak hanya memperhatikan prinsip atau ideologi.
– Nasionalis: Kebijakan Pemerintahan Orde Baru bersifat nasionalis, artinya mereka memprioritaskan kepentingan nasional dan menghindari pengaruh asing dalam berbagai hal, terutama dalam bidang ekonomi.
– Anti-Korupsi: Pemerintahan Orde Baru menekankan pada anti-korupsi dan menegakkan hukum.

3. Fokus Kepentingan Nasional

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru menekankan pada kepentingan nasional, artinya kebijakan yang diambil hendaknya memperhatikan kepentingan nasional terlebih dahulu. Di dalam bidang politik, Pemerintahan Orde Baru memiliki kebijakan yang menekankan stabilitas politik yang berkaitan erat dengan keamanan nasional.

Di dalam bidang ekonomi, Pemerintahan Orde Baru menekankan pada kebijakan proteksi terhadap industri nasional Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

4. Pembangunan Ekonomi

Pemerintahan Orde Baru meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan ekonomi di Indonesia. Kebijakan yang diambil berfokus pada pembangunan industri, peningkatan produksi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Untuk menjalankan kebijakan ini, Pemerintahan Orde Baru menggunakan berbagai strategi seperti mengembangkan koperasi, melakukan investasi dalam pembangunan sumber daya mineral, dan mengembangkan sektor pertanian.

5. Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemerintahan Orde Baru menyadari bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan dibuat unutuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Kebijakan tersebut antara lain adalah pendidikan yang mendapat prioritas besar, pelatihan kerja, pembangunan infrastruktur yang mendukung pembangunan manusia, dan promosi kesehatan.

6. Penyederhanaan Birokrasi

Salah satu kendala dalam pembangunan yang dihadapi oleh Pemerintahan Orde Baru adalah birokrasi yang panjang dan sulit. Untuk mengatasi masalah ini, kebijakan dibuat untuk melakukan penyederhanaan birokrasi.

Penyederhanaan birokrasi bertujuan untuk mempercepat proses birokrasi, mengurangi birokrasi yang berbelit-belit, dan meningkatkan efisiensi birokrasi pada umumnya.

7. Stabilitas Politik

Kebijakan Pemerintahan Orde Baru menempatkan stabilitas politik sebagai prioritas utama. Upaya stabilisasi politik dilakukan dengan cara memperkuat dan memperpanjang kekuasaan pemerintah serta membatasi kebebasan pers, mahasiswa, dan media.

Meski mendapatkan kritik dari pihak tertentu, stabilitas politik berhasil dicapai selama masa pemerintahan Orde Baru.

8. Penegakan Hukum

Pemerintahan Orde Baru menempatkan penegakan hukum sebagai salah satu prioritas utama. Kebijakan dibuat untuk memperkuat penerapan hukum dan meningkatkan efektivitas hukum dalam menjalankan tugasnya.

Penegakan hukum merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas negara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

9. Perlindungan Lingkungan

Meskipun fokus utama Pemerintahan Orde Baru adalah dalam pembangunan ekonomi, namun mereka tidak melupakan perlindungan lingkungan. Kebijakan dibuat untuk meminimalkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan.

Kebijakan tersebut antara lain adalah peningkatan kepedulian terhadap lingkungan, pengaturan penggunaan lahan, dan pengelolaan air dan sumber daya alam yang secara efektif dan efisien.

10. Pembangunan Infrastruktur

Pemerintahan Orde Baru menganggap pembangunan infrastruktur sebagai hal yang penting dalam pembangunan nasional. Maka dari itu, kebijakan dibuat unutuk meningkatkan pengembangan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan tersebut antara lain adalah pembangunan jalaan layang, pelabuhan, bandar udara, jaringan listrik, dan pembangunan daerah terisolir menjadi tujuan utama. Pembangunan tersebut bertujuan untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia secara lebih efektif dan efisien.

Kebijakan Orde Baru dalam Mempertahankan Kepentingan Nasional

Kebijakan pemerintahan Orde Baru tidak terbatas pada mengamankan kepentingan pribadi atau golongan tertentu, tetapi juga mempertahankan kepentingan nasional. Terlebih, pada masa itu Indonesia sedang dalam kondisi yang rawan karena konflik internal dan eksternal yang dapat membahayakan kedaulatan negara. Oleh karena itu, kebijakan dalam mempertahankan kepentingan nasional menjadi makin penting ditekankan.

Kebijakan Perindustrian

Salah satu cara yang ditempuh oleh Orde Baru dalam mempertahankan kepentingan nasional adalah dengan mendorong pembangunan sektor perindustrian. Hal ini dilakukan karena pada masa itu Indonesia masih sangat tergantung pada impor dalam hal barang-barang produksi dan bahan baku.

Dalam berbagai kebijakan, Orde Baru mendorong para pengusaha dalam negeri untuk mengembangkan industri dalam negeri dan menjadi pemain utama dalam iklim bisnis di Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memberikan berbagai kemudahan bagi pengusaha berinvestasi sehingga mereka bisa bertahan dalam persaingan global.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa kebijakan yang diambil pada masa Orde Baru. Diantaranya, pengambilalihan saham pengusaha asing yang berada di Indonesia oleh pemerintah Indonesia, sehingga pemerintah mendapatkan hak pengendalian atas industri tersebut.

Kebijakan Pertanian

Pemerintahan Orde Baru juga mempertegas kebijakan dalam sektor pertanian, melalui program pengembangan agribisnis dan diversifikasi tanaman/produk, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Selain itu, pihak Orde Baru juga memberikan kebijakan subsidi pupuk atau benih padi untuk petani.

Berikut adalah tabel perkembangan produksi beras Indonesia pada periode Orde Baru:

Tahun Produksi Beras (Ton)
1966 12.106.870
1967 13.031.040
1968 12.888.740
1969 14.727.070
1970 15.078.120

Kebijakan Energi dan Pertambangan

Dalam mempertahankan kepentingan nasional, Orde Baru juga mengembangkan kebijakan dalam sektor energi dan pertambangan. Hal ini dilakukan karena pada masa itu Indonesia merupakan negara produsen minyak dan gas, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk mempertahankan aset negerinya.

Pemerintah Orde Baru mengambil sikap untuk mengatur javis apa yang boleh dilakukan oleh perusahaan minyak asing yang beroperasi di Indonesia, dan mulai mengeksploitasi potensi tambang yang ada di Indonesia, seperti tambang timah, emas, batubara dan nikel.

Kebijakan Bela Negara

Untuk memperkuat ketahanan nasional, Orde Baru membentuk organizasi Pemuda Pancasila sebagai garda terdepan dalam menegakkan ketertiban, keamanan dan mempertahankan kedaulatan negara. Pemuda Pancasila juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan membantu pemerintah dalam mengamankan kepentingan nasional.

Pemerintah Orde Baru juga mewajibkan pelajar SMA dan perguruan tinggi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara, dan melakukan pendidikan politik di tingkat mahasiswa untuk menjaga agar mahasiswa tidak menjadi bagian dari gerakan-gerakan yang membahayakan kestabilan negara.

Kesimpulan

Orde Baru menekankan pentingnya mempertahankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan yang diambil pada masa itu. Pemerintah Orde Baru memandang bahwa mempertahankan kepentingan nasional sangat penting karena Indonesia memerlukan stabilitas dan kedaulatan dalam menyelesaikan berbagai konflik yang timbul, termasuk menghadapi tekanan dari pihak luar.

Belajar lebih dalam tentang kebijakan Orde Baru dari “Kebijakan Pemerintahan Orde Baru Menekankan Pada Kepentingan” dengan membaca artikel ini yang membahas kebijakan pemerintahan pada masa tersebut.

Terima Kasih Sudah Membaca

Sekian artikel tentang Kebijakan Pemerintahan Orde Baru Menekankan Pada Kepentingan. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke situs kami untuk membaca artikel menarik lainnya. Sampai jumpa lagi!

Bahasa Inggris di Sekolah Dasar: Haruskah Diterapkan?

Hai, adik-adik semua! Kali ini kita mau bahas tentang Bahasa Inggrisnya SD atau Sekolah Dasar. Tentunya, bagi sebagian teman-teman yang masih di bangku SD,...
Ar Rayan Alif
4 min read

Menghitung 1 Juta Nolnya Berapa?

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, “1 juta nolnya berapa sih?” Ternyata, jawabannya tidak sebentar-sebentar ya! Apalagi jika kita harus menuliskannya dalam bentuk angka, pasti akan...
Ar Rayan Alif
4 min read

1 Krat Sama Dengan Berapa Botol?

Halo teman-teman! Apa kabar? Kali ini, kita akan membahas sebuah pertanyaan yang sering muncul di benak para pecinta kopi yaitu, “1 krat berapa botol?”....
Ar Rayan Alif
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *