Perhotelan

food cost adalah

Peranan Food Cost dalam Industri Perhotelan

Pengertian Food Cost

Para pengusaha dalam bidang perhotelan pasti mengenal dengan istilah food cost. Food cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh hotel untuk memproduksi makanan dan minuman yang disajikan kepada tamu. Biaya ini meliputi bahan baku, tenaga kerja, peralatan dapur, listrik, gas, air, dan faktor pendukung lainnya. Dalam bisnis perhotelan, food cost ini sangatlah penting karena dapat mempengaruhi keuntungan yang akan diperoleh.

Dalam menghitung food cost, seorang pengusaha harus memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan satu hidangan. Jika food cost terlalu tinggi, maka hal ini dapat merugikan pengusaha karena keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan. Oleh karena itu, perhitungan food cost harus dilakukan dengan teliti dan cermat.

Untuk mengurangi biaya produksi, pengusaha perhotelan dapat mengambil beberapa langkah seperti membuat menu dengan bahan baku yang lebih murah namun tetap berkualitas, meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan air, memanfaatkan kembali bahan baku yang masih layak, dan menjaga kualitas bahan baku agar tidak cepat rusak. Dalam bisnis perhotelan yang sangat kompetitif, faktor food cost ini dapat menjadi menjadi pembeda dalam meraih keuntungan yang diinginkan.

food cost image

Manfaat Memantau Food Cost

Seperti yang sudah diketahui, memantau Food Cost sangat penting untuk bisnis restoran. Namun, ada alasan lebih mendalam mengapa pemantauan biaya makanan sangat penting. Selain membantu menghitung untung rugi dan mengurangi biaya operasional, ada beberapa alasan lain mengapa memantau Food Cost dapat memberikan manfaat besar untuk hotel atau restoran.

Mendapatkan Harga yang Lebih Baik


Harga

Dengan memantau biaya makanan, bisnis restoran dapat mengidentifikasi komoditas yang paling sering digunakan. Dengan begitu, bisa membeli bahan makanan dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah, sebagai hasilnya, membuat Food Cost menjadi lebih rendah. Bisnis restoran juga bisa membeli bahan makanan ketika harga sedang turun. Selain itu, mempelajari lebih lanjut mengenai Supplier, mengetahui kualitas dan nilai dari masing-masing supplier, juga sangat diperlukan untuk mendapatkan harga yang terbaik.

Meningkatkan Kualitas Saat Pengolahan


Chef

Memantau Food Cost juga dapat membantu bisnis restoran meningkatkan kualitas masakan saat proses pengolahan makanan. Dengan memperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi, dapur bisa menyusun menu yang lebih beragam, dan pilihan makanan yang lebih inovatif, karena akan ditentukan untuk menggunakan bahan berkualitas tinggi dan sehat, sehingga menghasilkan makanan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Mengurangi Food Wastage


Makanan Sisa

Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi Food Cost adalah dengan meminimalkan Food Wastage atau makanan yang terbuang sia-sia. Setiap bahan makanan yang terbuang dapat menghasilkan kerugian yang besar. Dengan memantau biaya makanan, restoran bisa mengidentifikasi masalah dan menentukan solusi untuk memperbaikinya.

Meningkatkan Efisiensi Operasi


Restoran

Terakhir, memantau Food Cost juga dapat membantu memantau efisiensi dalam operasi restoran. Dengan pemantauan yang tepat, bisa diidentifikasi bagian mana dalam proses food preparation yang paling efektif dan bagaimana cara memperbaikinya. Operasi yang efisien dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan menghemat waktu di dapur atau restoran.

Simpulannya, Food Cost adalah pengeluaran yang sangat penting untuk bisnis restoran atau hotel yang masih berhubungan dengan pengadaan bahan makanan. Memonitor biaya makanan dapat membantu dalam mengendalikan biaya operasional, meningkatkan kualitas masakan, menentukan aspek yang lemah, meningkatkan efisiensi operasi, mengurangi Food Wastage, serta mendapatkan harga yang lebih baik dari Supplier. Dalam keseluruhannya, ketika Food Cost dilakukan dengan benar dan teratur dapat membuka banyak peluang untuk meningkatkan profitabilitas restoran.

Pengenalan: Apa Itu Food Cost Adalah?

Food cost adalah konsep yang sangat penting dalam industri makanan dan minuman, terutama di restoran, kafe, dan hotel. Bahkan, pembuatan dan penjualan makanan yang menguntungkan hanya bisa terjamin dengan pemahaman yang tepat tentang food cost. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang bagaimana menghitung food cost dengan benar untuk membantu bisnis Anda berhasil dan menguntungkan.

Poin 1: Menghitung Total Biaya Produksi Makanan dan Minuman

Langkah pertama dalam menghitung food cost adalah dengan menentukan total biaya produksi makanan dan minuman yang dihasilkan dalam periode tertentu. Biaya ini termasuk bahan-bahan makanan dan minuman, bahan bakar, biaya tenaga kerja, listrik dan air, peralatan, dan bahan habis pakai lainnya.

Untuk menghitung total biaya produksi, Anda perlu memperhatikan faktor-faktor seperti pemakaian bahan baku, jumlah menu yang dijual, berapa banyak pengeluaran yang dikeluarkan untuk mendapatkan harga bahan yang terjangkau, dan biaya pemasaran agar makanan dan minuman Anda terjual dengan baik. Dalam hal ini, penggunaan program akuntansi dan inventarisasi dapat sangat membantu dalam mengelola biaya produksi dengan lebih efisien.

Poin 2: Menentukan Pendapatan Kotor dari Penjualan

Selain menentukan total biaya produksi, Anda juga perlu mengetahui berapa jumlah pendapatan kotor yang dihasilkan dari penjualan makanan dan minuman setiap periode. Pendapatan kotor adalah jumlah keseluruhan yang didapatkan tanpa dikurangi biaya, sehingga cara termudah untuk menghitungnya adalah dengan mengurangkannya dari jumlah penjualan.

Dalam contoh sederhana, jika Anda menjual total 100 porsi makanan untuk periode tertentu dengan harga rata-rata Rp30.000 per porsi, maka pendapatan kotor Anda adalah sebesar 100xRp30.000 atau Rp3.000.000.

Poin 3: Menghitung Food Cost

Setelah menentukan jumlah biaya produksi dan pendapatan kotor, Anda dapat menghitung food cost dengan membagi total biaya produksi dengan pendapatan kotor. Dalam hal ini, persentase food cost yang baik bergantung pada jenis bisnis Anda, namun umumnya berkisar antara 30% hingga 40%.

Misalnya, jika total biaya produksi Anda selama periode tertentu sebesar Rp1.500.000 dan pendapatan kotor dari penjualan food and beverage sebesar Rp3.000.000, maka food cost Anda adalah 50%. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rupiah dari penjualan makanan dan minuman Anda sebanyak 50 sen diperlukan untuk menutup biaya produksi makanan dan minuman Anda.

Poin 4: Tips untuk Mengatur Food Cost

Ada beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatur food cost dalam bisnis makanan dan minuman:

  • Pertama, lakukan inventarisasi secara teratur untuk menghindari stok bahan makanan dan minuman berlebihan atau kekurangan. Inventarisasi membantu Anda melacak pengeluaran dan menggunakan bahan makanan yang diperlukan dalam waktu yang tepat dan sebagian besar mengurangi pemborosan.
  • Kedua, evaluasi menu Anda dengan tepat. Operasional bisnis Anda harus selalu mencocokkan harga dari menu yang Anda tawarkan. Salah satu strategi yang efektif adalah dengan memiliki beberapa item yang paling populer dan dengan biaya produksi rendah sebagai entri-level, dan juga membekali dapur Anda dengan beberapa item spesial atau ekstra dengan harga yang lebih tinggi.
  • Ketiga, kelola stok opname dengan tepat. Hal ini membantu Anda mengetahui seberapa banyak bahan makanan yang direkam dengan risiko kehilangan stok.
  • Keempat, mengoptimalkan penggunaan bahan-bahan makanan dan mengurangi pemborosan. Melakukan olahan makanan dan memperhitungkan kuantitas yang digunakan dalam rasio yang tepat dapat memaksimalkan ketersediaan bahan makanan dan minuman dan mengurangi pemborosan.
  • Terakhir, memilih vendor yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Memilih vendor yang sesuai dan dengan harga yang tepat bisa membantu mengurangi biaya produksi dalam bisnis makanan dan minuman Anda.

Food cost adalah salah satu indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas operasional bisnis makanan dan minuman Anda. Dalam sebuah bisnis, memahami cara menghitung food cost yang baik adalah kunci utama untuk menghasilkan keuntungan yang konsisten. Jangan takut untuk mengubah strategi peluang bisnis anda mengembangkan keyakinan dalam memperhitungkan dan menganalisa data hasil bussiness atau usaha Anda di masa depan.

Menilai Kembali Daftar Menu

Seringkali, menu yang tersedia telah merapuh dalam jangka waktu yang lama, sehingga para pelanggan bosan dan tidak tertarik untuk memesannya. Untuk mengatasi hal ini, restoran perlu mengevaluasi kembali daftar menu yang telah disediakan. Beberapa makanan mungkin sudah tidak populer, oleh karena itu perlu dihapus atau digantikan dengan makanan baru yang lebih menarik. Menyiapkan menu yang sesuai dengan musim juga dapat membantu menghemat biaya. Misalnya saat musim dingin, hidangan berkuah atau hidangan yang lebih berat biasanya lebih banyak diminati, sehingga restoran tidak perlu membeli banyak bahan makanan yang tidak akan habis.

Menerapkan Inventory Management

Inventory management adalah strategi manajemen untuk memantau persediaan barang dan bahan, serta menghindari terjadi pemborosan. Penerapan inventory management akan memudahkan restoran untuk mengontrol pembelian bahan makanan yang dibutuhkan. Restoran perlu membuat daftar bahan makanan yang digunakan dalam setiap hidangan dan memantau tingkat persediaan.
Restoran harus mengetahui tingkat permintaan pelanggan agar bisa memperkirakan jumlah bahan makanan yang diperlukan dalam setiap periode. Selain itu, inventory management juga membantu restoran mengendalikan pengeluaran dari sumber daya manusia dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa persediaan.

Membeli Bahan Makanan Secara Bijak

Salah satu strategi efektif untuk mengurangi food cost adalah dengan membeli bahan makanan secara bijak. Restoran harus mencari harga terbaik dan kualitas bahan makanan yang baik. Pastikan bahwa restoran membeli produk yang sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Restoran tidak perlu membeli bahan makanan berkualitas tinggi jika kualitas yang sama dapat diperoleh dari produk yang dijual lebih murah. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa produk sebelum membeli.

Mengimplementasikan Metode Pengawetan yang Tepat

Mengimplementasikan metode pengawetan yang tepat pada bahan makanan juga dapat membantu mengurangi food cost. Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah memasak dengan jumlah yang tepat, menggunakan freezer atau kulkas untuk menyimpan bahan makanan yang belum digunakan, serta menggunakan metode pengemasan yang benar.

Mempertimbangkan kebutuhan konsumen juga penting untuk menentukan cara penyimpanan yang tepat. Contohnya, bahan makanan yang tidak tahan lama seperti sayuran hijau sebaiknya disimpan di kulkas pada suhu yang sesuai. Restoran perlu berinvestasi pada perangkat yang diperlukan untuk metode pengawetan yang efektif agar bahan makanan dapat bertahan lebih lama tanpa mempengaruhi rasa.

Berkomunikasi dengan Distributor Bahan Makanan Secara Teratur

Berkomunikasi secara teratur dengan distributor bahan makanan dapat membantu restoran untuk memastikan bahwa bahan makanan yang dipesan selalu terpenuhi. Distributor dapat memberikan informasi mengenai penurunan harga, bahan makanan yang sesuai dengan musim, atau harapan lain dari pelanggan. Dengan mengikuti perkembangan ini, restoran dapat menghemat pengeluaran dengan memesan bahan makanan yang dibutuhkan pada waktu yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Komunikasi yang baik dengan distributor juga membantu restoran memastikan bahwa pengiriman tepat waktu dan kualitas produk sesuai dengan standar.

Gambar makanan untuk artikel strategi mengurangi food cost

Sumber: Unsplash

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button