Informasi

Mengenal Bahasa Krama Tangan Adalah

Halo teman-teman! Apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang Bahasa Krama Tangan Adalah. Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu apa itu Bahasa Krama Tangan Adalah. Nah, untuk kamu yang mau tahu atau mau belajar, yuk simak artikel ini sampai selesai. Bahasa Krama Tangan Adalah adalah sebuah Bahasa yang khusus digunakan untuk berbicara dengan orang yang dianggap lebih tua, lebih tua dalam arti pengalaman atau kedudukan dalam masyarakat. Jadi, yuk kita bahas lebih lanjut!

Apa itu Bahasa Krama Tangan?

Bahasa Krama Tangan adalah sebuah bentuk bahasa baku yang biasa digunakan pada upacara dan acara formal di daerah Bali. Bahasa Krama Tangan dibagi menjadi beberapa level, yaitu Basa Alit, Basa Madya, dan Basa Urip, dengan Basa Alit merupakan level paling rendah dan Basa Urip merupakan level tertinggi.

Sejarah Bahasa Krama Tangan

Bahasa Krama Tangan pertama kali diperkenalkan oleh para pujangga Kawi pada masa Kerajaan Majapahit. Bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi secara resmi antara para bangsawan dan raja. Selain itu, bahasa ini juga digunakan dalam kitab suci Hindu yang ditulis dalam bahasa Kawi.

Penggunaan Bahasa Krama Tangan pada Upacara Bali

Penggunaan Bahasa Krama Tangan pada upacara di Bali sangatlah penting, terutama pada saat upacara adat seperti penyambutan tamu penting, penyembelihan hewan sebagai persembahan kepada para dewa, dan upacara pindah rumah. Bahasa Krama Tangan digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa, leluhur, dan tamu yang hadir.

Perbedaan Bahasa Krama Tangan dengan Bahasa Bali Lainnya

Bahasa Krama Tangan memiliki perbedaan dengan bahasa Bali lainnya, di mana Bahasa Krama Tangan lebih formal dan kaku daripada bahasa Bali sehari-hari. Krama Tangan menggunakan kata-kata yang lebih tinggi tingkatannya dan lebih banyak menggunakan kata kerja pasif.

Keunikan Bahasa Krama Tangan

Bahasa Krama Tangan memiliki keunikan tersendiri dengan beberapa ciri khas seperti penggunaan kata ‘tetulung’ yang berarti tolong, ‘gedeki’ yang berarti datang, dan ‘gaut’ yang berarti bicara. Selain itu, bahasa Krama Tangan juga memiliki struktur tata bahasa yang sangat unik seperti penggunaan awalan ‘peng-‘ untuk menambahkan efek intensitas pada kata tersebut.

Bahasa Krama Tangan dan Perkembangannya di Masyarakat Bali

Meskipun Bahasa Krama Tangan masih digunakan pada upacara di Bali, penggunaannya sudah semakin menurun, terutama di kalangan masyarakat muda. Hal ini dikarenakan Bahasa Krama Tangan lebih sulit dipahami dan sulit digunakan sehari-hari seperti bahasa Bali biasa.

Membelajar Bahasa Krama Tangan

Membelajar Bahasa Krama Tangan bukanlah hal yang mudah, terutama bagi orang yang bukan asli Bali. Bahasa ini memiliki struktur tata bahasa yang sangat khas dan rumit. Namun, ada beberapa kursus bahasa Krama Tangan di Bali yang bisa diikuti untuk mempelajari bahasa ini.

Kritik terhadap Bahasa Krama Tangan

Beberapa orang mengkritik Bahasa Krama Tangan karena dianggap terlalu kaku dan sulit digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa ini juga dianggap sebagai bentuk elitisme dan tidak bisa digunakan oleh semua kalangan masyarakat Bali.

Peran Bahasa Krama Tangan dalam Mempertahankan Budaya Bali

Meskipun Bahasa Krama Tangan tidak digunakan secara luas seperti bahasa Bali biasa, bahasa ini masih memiliki peran penting dalam mempertahankan budaya Bali. Penggunaan Bahasa Krama Tangan pada upacara adat dan acara formal menjadi bentuk penghormatan dan upaya melestarikan tradisi dan budaya Bali.

Perspektif Masa Depan Bahasa Krama Tangan

Masa depan Bahasa Krama Tangan masih belum jelas, terutama dengan semakin berkurangnya penggunaan bahasa ini di kalangan masyarakat Bali. Namun, langkah-langkah dapat diambil untuk melestarikan bahasa ini, seperti mengintegrasikan Bahasa Krama Tangan ke dalam kurikulum sekolah dan meningkatkan kesadaran masyarakat Bali akan pentingnya mempertahankan bahasa dan budaya tradisional mereka.

Sejarah Bahasa Krama Tangan

Bahasa Krama Tangan adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau orang yang dihormati. Bahasa Krama Tangan telah ada sejak zaman kerajaan Jawa. Pada masa itu, bahasa Krama Tangan digunakan oleh para bangsawan untuk berbicara dengan raja atau sesama bangsawan.

Pada masa kolonial Belanda, Bahasa Krama Tangan mulai mengalami surut penggunaannya karena adanya kebijakan dari pihak kolonial yang ingin memperkenalkan bahasa Belanda sebagai bahasa yang lebih penting.

Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, Bahasa Krama Tangan kembali diperkenalkan dan dihargai sebagai salah satu warisan budaya Jawa yang penting. Bahkan, saat ini Bahasa Krama Tangan dianggap sebagai bahasa yang rasmi dan resmi dipakai di lingkungan kerajaan Yogyakarta dan Surakarta.

Cara Penggunaan Bahasa Krama Tangan

Penggunaan Bahasa Krama Tangan sangat penting dalam budaya Jawa. Bahasa ini digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau lebih dihormati. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan Bahasa Krama Tangan, di antaranya adalah:

1. Berbicaralah dengan bahasa yang sopan dan penuh penghormatan. Hindari kata-kata kasar atau menghina orang lain.

2. Gunakan kata-kata penutup yang sopan seperti ‘mohon maaf lahir dan batin’ atau ‘ingkang samodra agung’.

3. Hindari penggunaan kata-kata ganti orang pertama seperti saya, aku, atau kami.

4. Selalu gunakan kata ‘ing’ di akhir kata kerja, seperti ‘ing ngaturi’ yang artinya mengatur atau ‘ing dhexaké’ yang artinya berbicara.

5. Gunakan kata-kata yang formal dan khusus, seperti ‘sira’ yang artinya ‘anda’. Jangan gunakan kata ‘kowe’ atau ‘luwih’ yang lebih sederhana dan kurang sopan.

Contoh Penggunaan Bahasa Krama Tangan

Untuk membantu Anda memahami lebih lanjut tentang Bahasa Krama Tangan, berikut ini adalah beberapa contoh ungkapan yang sering digunakan:

1. Ngaturaken rasa kulo kangaté ingkang sajroning Jagad Alit: Berartinya, saya ingin menyampaikan rasa hormat saya kepada seluruh makhluk di jagat kecil ini.

2. Bagi sampeyan supadosira agustos ing ilmu: Berartinya, semoga Tuhan memberikan kesuksesan dalam ilmu Anda.

3. Sedaya warga Sekar Jati ikon minggu angrèk samping wewan Bedhah Ing Parangtritis: Berartinya, selamat pagi semua warga Sekar Jati. Hari ini kita akan ke Parangtritis bersama-sama.

4. Aji ningraté Wiranatakusuma lan karsanidé bayu: Berartinya, raja yang mulia Wiranatakusuma, semoga Anda selalu diiringi angin yang baik.

Keindahan Bahasa Krama Tangan

Bahasa Krama Tangan sangatlah indah dan menarik perhatian. Bahasa ini memiliki cara bicara yang lembut dan penuh penghormatan, sehingga membuat pendengarnya merasa dihargai dan dihormati. Bahasa Krama Tangan juga memiliki kosakata yang khas dan berbeda dari bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa lainnya.

Dalam bahasa Krama Tangan, terdapat banyak perumpamaan, sindiran, dan kiasan yang menambah daya tariknya. Bahkan, beberapa pidato resmi yang diucapkan di lingkungan kerajaan Yogyakarta dan Surakarta selalu menggunakan Bahasa Krama Tangan.

Pentingnya Melestarikan Bahasa Krama Tangan

Melestarikan Bahasa Krama Tangan sangatlah penting untuk menjaga keunikan dan kekayaan budaya Jawa. Bahasa Krama Tangan merupakan salah satu identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

Sayangnya, saat ini Bahasa Krama Tangan kurang dipakai oleh masyarakat, terutama generasi muda. Padahal, Bahasa Krama Tangan adalah bagian dari leluhur yang harus dilestarikan dan dijaga kelestariannya.

Untuk itu, perlu ada usaha yang lebih maksimal untuk mengenalkan Bahasa Krama Tangan pada anak-anak muda agar mereka mengerti dan bisa memahami keunikan dan kekayaan budaya Jawa. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kegiatan seminar, workshop, dan pentas budaya yang membawa tema Bahasa Krama Tangan.

Asal Usul Bahasa Krama Tangan

Bahasa Krama Tangan adalah salah satu bahasa etiket yang digunakan di Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Bahasa ini memiliki aturan dan kekhususan dalam penggunaannya, serta memiliki tempat dan waktu yang tepat untuk digunakan.

Berikut ini merupakan asal usul Bahasa Krama Tangan:

1. Masa Kerajaan
Bahasa Krama Tangan berasal dari masa Kerajaan Mataram yang menggunakan bahasa istana atau bahasa seremonial. Pada saat itu, bahasa ini digunakan sebagai bahasa pengantar komunikasi antara raja dan bangsawan beserta keluarganya.

2. Pengaruh Bahasa Jawa Kuno
Ketika Kerajaan Mataram mengalami keruntuhan dan bergeser ke Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, Bahasa Krama Tangan masih tetap digunakan. Bahasa ini berkembang dari pengaruh bahasa Jawa Kuno, sehingga kekhususannya tetap dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

3. Kebutuhan Formalitas
Bahasa Krama Tangan dianggap bahasa formal dan sopan dalam berkomunikasi, karena memiliki kaidah-kaidah yang harus dipatuhi. Hal ini penting dalam kehidupan di Keraton, karena Bahasa Krama Tangan juga digunakan untuk peribadatan dan upacara adat.

4. Wajib Dipelajari
Orang yang bekerja atau tinggal di dalam Keraton harus bisa menggunakan Bahasa Krama Tangan. Bahasa ini juga wajib dipelajari oleh calon pengantin dari keluarga bangsawan yang akan melakukan upacara perkawinan adat Jawa.

5. Perkembangan Saat Ini
Saat ini Bahasa Krama Tangan dijaga oleh Yayasan Pengembangan Bahasa dan Sastra Jawa Keraton Yogyakarta, dan Pusat Bahasa dan Sastra Kasunanan Surakarta. Para sampeyan yang ingin belajar bahasa ini dapat mengikuti kursus Bahasa Krama Tangan yang diselenggarakan oleh kedua lembaga tersebut.

Aturan Bahasa Krama Tangan
1. Tidak Menggunakan Bahasa Kasar
2. Menggunakan Bahasa yang Tepat
3. Menghindari Penggunaan Kata Jubel
4. Menjaga Sikap dan Etiket Selama Berbicara
5. Menggunakan Bahasa Krama Tangan Sesuai Waktu dan Tempat yang Tepat

Bahasa Krama Tangan adalah suatu kekayaan budaya yang masih hidup dan dilestarikan hingga saat ini. Dengan memahami dan belajar Bahasa Krama Tangan, kita dapat lebih menghargai nilai-nilai etiket di masyarakat Jawa serta dapat memperluas wawasan budaya kita sendiri.

Maaf, tidak ada URL yang diberikan untuk mencari tautan terkait dengan artikel “Bahasa Krama Tangan Adalah”. Silakan berikan URL terkait untuk saya dapat menemukan tautan yang relevan.

Terima Kasih dan Sampai Jumpa!

It’s been a pleasure sharing with you about Bahasa Krama Tangan Adalah. I hope you find this article informative and useful for your daily communication. Don’t forget to practice it in your daily life, and you’ll be amazed at how much more respectful and polite your conversations can be. Thank you for taking the time to read, and I sincerely hope to see you again soon for more exciting articles. Sampai jumpa!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button