Mengenal Basreng: Asal, Bahan, dan Cara Membuatnya

Siapa yang tidak suka camilan? Apalagi camilan yang satu ini, Basreng. Mungkin kamu sering lihat namanya di toko-toko snacks atau pasar tradisional. Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya Basreng itu? Apa asalnya dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui lebih banyak tentang Basreng!

Sejarah Basreng

Basreng adalah salah satu makanan ringan yang cukup populer di Indonesia. Namanya sendiri berasal dari singkatan Baso Tahu Goreng yang dijadikan satu. Basreng ini memang terkenal dengan rasa yang gurih dan renyah, membuat banyak orang ketagihan untuk mencicipinya.

Asal Usul Basreng

Basreng awalnya berasal dari kota Malang, Jawa Timur. Di sana, Basreng lebih banyak dikenal dengan sebutan “Basreng Malang”. Konon, Basreng Malang pertama kali dibuat pada tahun 1970 oleh seorang pedagang gorengan. Awalnya, Basreng Malang hanya dijual di sekitar kawasan pasar tradisional.

Bahan Pembuatan Basreng

Basreng terbuat dari campuran antara baso sapi atau ayam, tahu, tepung terigu, dan bumbu-bumbu seperti bawang putih, merica, garam, dan kaldu ayam. Setelah itu, adonan dipotong-potong dan digoreng hingga matang dan berwarna kecokelatan.

Cara Membuat Basreng

Pertama, haluskan bawang putih dan merica. Kemudian, iris tahu berbentuk dadu dan iris baso sapi atau ayam cabai sesuai selera. Setelah itu, campurkan tepung terigu dengan bawang putih, merica, garam, dan kaldu ayam. Selanjutnya, tambahkan air secukupnya hingga adonan kalis. Setelah adonan tercampur, masukkan tahu dan baso sapi atau ayam. Aduk hingga rata. Panaskan minyak dalam wajan. Goreng adonan hingga berwarna kecokelatan dan matang. Tiriskan dan sajikan.

Cara Menikmati Basreng

Basreng bisa dinikmati sebagai camilan atau makanan ringan. Basreng biasanya disajikan bersama dengan sambal atau saus, seperti saus tomat, kecap, atau saus sambal.

Keunikan Basreng

Ketika digigit, Basreng memiliki tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Basreng juga memiliki variasi rasa yang berbeda-beda, tergantung pada bumbu dan campuran yang digunakan. Beberapa orang juga menambahkan rempah-rempah lain, seperti ketumbar, jahe, atau kunyit, untuk memberikan aroma yang lebih khas.

Popularitas Basreng di Indonesia

Basreng saat ini sudah menjadi camilan yang populer di Indonesia. Hampir semua daerah di Indonesia menyajikan Basreng. Banyak pengusaha makanan yang menggunakan Basreng sebagai pelengkap menu mereka.

Rekomendasi Basreng Terbaik

Banyak tempat yang menjual Basreng, namun tidak semuanya memiliki rasa yang sama. Berikut adalah beberapa tempat yang terkenal memiliki Basreng terbaik, seperti di Jalan Afandi, Malang, Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, dan lain-lain.

Kesimpulan

Basreng adalah makanan ringan yang enak dan populer di Indonesia. Awalnya berasal dari kota Malang, Basreng terbuat dari campuran baso sapi atau ayam dan tahu. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, dengan variasi rasa yang berbeda-beda. Basreng bisa dinikmati sebagai camilan dan disajikan bersama dengan sambal atau saus. Untuk menikmati Basreng yang terbaik, ada beberapa tempat yang perlu dikunjungi.

Sejarah Basreng

Basreng memiliki sejarah panjang di Indonesia. Diketahui, makanan ringan yang satu ini berasal dari Solo, Jawa Tengah. Awalnya, basreng hanya dikenal oleh masyarakat Jawa saja. Namun, setelah beberapa waktu, makanan ini semakin dikenal hingga menyebar ke seluruh Indonesia.

Terlebih lagi, basreng merupakan makanan yang sangat cocok untuk dijadikan cemilan. Selain itu, harga basreng yang cukup terjangkau membuat semua kalangan dapat menikmatinya. Hingga saat ini, basreng dapat dijumpai di berbagai tempat, mulai dari warung pinggir jalan hingga angkringan modern.

Berikut adalah sejarah singkat mengenai makanan ringan basreng:

1. Munculnya Basreng

Makanan ringan basreng muncul pertama kali pada era kolonial Belanda. Pada saat itu, Belanda memimpin beberapa perusahaan pertanian di Indonesia. Masyarakat pribumi dituntut untuk menanam beberapa jenis tanaman yang dibutuhkan oleh Belanda. Salah satunya adalah tanaman kentang.

Masyarakat pribumi kemudian mencoba membuat camilan dari kentang untuk dimakan di sela-sela waktu istirahat mereka. Camilan tersebut kemudian diberi bumbu untuk meningkatkan rasa. Bumbu yang biasa digunakan adalah bawang putih, garam, dan merica.

Makanan ringan tersebut kemudian dinamai basreng, yang berarti kentang renggeng atau kentang yang diiris tipis dan digoreng. Basreng bahkan diyakini dapat bertahan selama tiga bulan tanpa mengalami penurunan kualitas rasanya.

2. Perkembangan Basreng di Pulau Jawa

Basreng kemudian mulai dikenal oleh masyarakat Jawa. Terlebih lagi, pada masa itu Indonesia masih mengalami kesulitan ekonomi. Basreng yang murah dan mudah didapatkan menjadi pilihan yang tepat sebagai cemilan bagi masyarakat yang ingin menghemat uang.

Basreng kemudian dijual di pasar tradisional. Tokoh yang paling terkenal dalam penjualan basreng di pasar tradisional adalah Mbah Marto. Mbah Marto merupakan salah satu pedagang basreng yang berhasil menekuni bisnisnya hingga saat ini.

Dalam perkembangannya, banyak pengusaha yang terinspirasi untuk membuat basreng dengan variasi rasa. Ada yang menambahkan sambal atau keju sebagai pelengkap basreng. Ada pula yang menambahkan bumbu lain seperti kecap manis atau balado. Seiring dengan perkembangan zaman, basreng bahkan sudah dimodifikasi menjadi basreng roll yang memiliki bentuk unik.

3. Basreng sebagai Produk Ekspor

Indonesia ternyata tidak hanya menikmati basreng di dalam negeri saja. Basreng sudah diekspor ke beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bahkan, basreng dianggap sebagai produk makanan khas Indonesia yang dapat dihasilkan massal.

Seiring dengan popularitas basreng yang semakin meningkat, pemerintah Indonesia berinisiatif untuk meningkatkan kualitas produksi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan pengakuan dan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), sehingga produksi basreng menjadi lebih terjamin dan termonitor.

4. Bisnis Basreng sebagai Pekerjaan Rumahan

Basreng terbukti menjadi bisnis yang menjanjikan. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih membuat basreng sebagai pekerjaan rumahan. Selain mudah dibuat, produksi basreng tidak memerlukan perlengkapan dan peralatan yang terlalu rumit.

Di sisi lain, basreng memiliki potensi pasar yang cukup besar. Selain menjadi cemilan pribadi atau keluarga, basreng juga banyak dilirik sebagai oleh-oleh atau hadiah bagi mereka yang berkunjung ke daerah asal basreng. Dengan modal yang relatif kecil, bisnis basreng dapat memberikan penghasilan lumayan bagi pemiliknya.

5. Jenis-jenis Basreng

Hingga saat ini, berbagai varian basreng dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Berikut adalah beberapa jenis basreng yang bisa Anda temukan di Indonesia:

1. Basreng biasa: Kentang iris tipis dan digoreng hingga garing dan disajikan dengan bumbu pedas.

2. Basreng balado: Basreng yang ditambahkan bumbu balado sehingga rasanya lebih gurih dan pedas.

3. Basreng telor: Basreng yang ditambahkan telur rebus hingga cukup matang.

4. Basreng keju: Basreng yang ditambahkan keju di atasnya sehingga rasanya lebih creamy.

5. Basreng coklat: Basreng yang ditambahkan coklat di atasnya sehingga rasanya manis dan sedikit gurih.

6. Cara Membuat Basreng yang Benar

Membuat basreng sebenarnya cukup mudah. Namun, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar basreng yang dihasilkan enak dan garing. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat basreng yang benar:

1. Pilih kentang yang masih segar dan tidak terlalu besar.

2. Iris kentang dengan ketebalan yang sama dan jangan terlalu tipis agar tidak mudah hancur saat digoreng.

3. Cuci kentang dengan air bersih untuk menghilangkan pati yang berlebih.

4. Goreng basreng di dalam minyak yang sudah panas.

5. Tambahkan bumbu sesuai selera dan balurkan bumbu pada basreng saat masih panas.

7. Basreng dalam Kemasan

Basreng sekarang juga sudah bisa ditemukan dalam kemasan. Basreng dalam kemasan memiliki keuntungan yaitu lebih awet, praktis, dan bisa dibawa kemanapun tanpa khawatir basreng tumpah.

Namun, kamu harus memperhatikan tanggal kadaluarsa dan jenis basreng yang dibeli. Ada berbagai merek basreng yang beredar di pasaran, jadi pastikan untuk memilih yang sudah terjamin kualitasnya agar tidak mendapat basreng yang kurang bergizi atau bahkan tidak enak.

8. Konsumsi Basreng yang Sehat

Sama seperti camilan lainnya, konsumsi basreng yang berlebihan tidak dianjurkan untuk kesehatan tubuh. Terlebih lagi, basreng yang digoreng di dalam minyak tidak baik bagi tubuh.

Akan tetapi, bukan berarti basreng harus dihindari sama sekali. Kamu tetap bisa menikmati basreng dengan cara yang sehat, yaitu dengan cara menggoreng basreng dalam jumlah yang sedikit, menyimpannya dengan benar, dan memilih basreng yang terjangkau untuk budget kamu.

9. Basreng dalam Segi Bisnis

Basreng bukan hanya menjadi camilan yang enak dan praktis, tapi juga memiliki potensi besar dalam bisnis. Berbagai usaha kecil menengah dan perusahaan besar berlomba-lomba untuk memproduksi dan memasarkan basreng ke seluruh Indonesia.

Usaha kecil dan rumahan pun tak kalah terlihat dalam mengembangkan bisnis basreng mereka. Banyak di antara mereka yang telah sukses dalam menjalankan bisnis ini. Bisnis basreng rumahan juga dapat dikerjakan oleh ibu rumah tangga agar bisa menambah penghasilan keluarga.

10. Kesimpulan

Pada akhirnya, basreng bukanlah sekadar makanan ringan yang murah dan mudah didapatkan. Basreng memiliki cerita dan sejarah yang panjang, serta memiliki nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat Indonesia.

Dengan harganya yang terjangkau, basreng bisa dinikmati oleh semua kalangan. Kamu bisa mencoba membuat basreng rumahan atau membeli basreng yang sudah jadi di toko terdekat sebagai cemilan ketika kamu sedang jalan-jalan.

Namun demikian, kamu juga harus memperhatikan asupan makanan yang kamu konsumsi. Kamu tidak harus menghindari basreng sama sekali, tetapi penting untuk mengonsumsinya dengan bijak agar tetap sehat.

Asal Usul Basreng

Sebelum kita membahas asal-usul basreng, mari kita cari tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan basreng. Basreng adalah singkatan dari bakso goreng, yang terbuat dari adonan bakso yang digoreng hingga renyah. Basreng biasanya disajikan dalam bentuk bola-bola kecil yang dilumuri dengan bumbu cabe atau saus sambal.

Basreng berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Konon, makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang pedagang yang bernama Asman di pasar Gereja, Cirebon pada tahun 1960-an. Saat itu, ia tidak memiliki banyak modal untuk membuat bakso, sehingga ia mencoba mengolah sisa-sisa bakso yang ada dengan cara menggorengnya. Ternyata, hasilnya sangat disukai oleh para pelanggan yang datang ke lapaknya. Sejak itu, basreng mulai populer di kalangan masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Proses Pembuatan Basreng

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, basreng terbuat dari adonan bakso yang digoreng. Namun, ada beberapa bahan dan teknik khusus yang digunakan dalam pembuatan basreng agar teksturnya renyah dan enak. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam proses pembuatan basreng:

Bahan Jumlah
Daging sapi cincang halus 500 gram
Tepung terigu 100 gram
Tepung sagu 50 gram
Bawang putih cincang halus 5 siung
Garam 1 sendok teh
Lada bubuk 1 sendok teh
Kaldu sapi bubuk 1 sendok teh
Telur ayam 1 butir
Air es 100 ml
Minyak goreng secukupnya

1. Campurkan semua bahan dalam wadah, kecuali minyak goreng. Aduk-aduk hingga tercampur rata.

2. Diamkan adonan selama 30 menit hingga bahan-bahan meresap dan teksturnya kenyal.

3. Ambil sejumput adonan dan bentuk menjadi bola kecil.

4. Panaskan minyak goreng dalam wajan, lalu goreng bola-bola adonan hingga berwarna kecokelatan dan matang merata.

5. Tiriskan basreng yang sudah digoreng hingga kering, lalu sajikan dengan bumbu cabe atau saus sambal.

Kelezatan Basreng

Basreng memiliki rasa yang gurih dan renyah, membuatnya menjadi camilan yang sangat disukai oleh banyak orang. Kombinasi antara daging sapi yang lembut dengan tepung terigu dan sagu yang memberikan tekstur kenyal pada basreng, lalu digoreng dengan minyak panas membuatnya terasa sangat lezat.

Selain itu, basreng juga bisa dijadikan sebagai lauk pauk yang cocok disajikan bersama dengan nasi. Anda juga bisa mencoba mengolah basreng dengan berbagai varian rasa, seperti basreng keju, basreng pedas, atau basreng balado. Selamat mencoba!

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Basreng dan asalnya, simak artikel lengkap di ‘Resepkita’.

Terima Kasih Telah Membaca!

Itulah cerita mengenai basreng dan asal-usulnya yang mungkin belum banyak diketahui oleh kita semua. Ternyata, makanan yang sederhana ini juga punya sejarah panjang dan ragam variasi di Indonesia. Jangan lupa, jika kamu sedang berkunjung ke daerah tertentu, jangan ragu untuk mencicipi basreng asli dari sana ya. Terima kasih sudah membaca, dan jangan lupa kunjungi kembali website kami untuk artikel menarik lainnya. Sampai jumpa!

Bahasa Inggris di Sekolah Dasar: Haruskah Diterapkan?

Hai, adik-adik semua! Kali ini kita mau bahas tentang Bahasa Inggrisnya SD atau Sekolah Dasar. Tentunya, bagi sebagian teman-teman yang masih di bangku SD,...
Ar Rayan Alif
4 min read

Menghitung 1 Juta Nolnya Berapa?

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, “1 juta nolnya berapa sih?” Ternyata, jawabannya tidak sebentar-sebentar ya! Apalagi jika kita harus menuliskannya dalam bentuk angka, pasti akan...
Ar Rayan Alif
4 min read

1 Krat Sama Dengan Berapa Botol?

Halo teman-teman! Apa kabar? Kali ini, kita akan membahas sebuah pertanyaan yang sering muncul di benak para pecinta kopi yaitu, “1 krat berapa botol?”....
Ar Rayan Alif
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *